Provinsi Kepri.
TP PKK Kota Batam tampil membawakan seni budaya khas Melayu pesisir dengan memilih tema Agama. Sekitar 20 kader terbaik TP PKK Kota Batam tampil memukau. Sementara tim Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Batam juga berhasil meraih juara ketiga untuk kategori yang sama dalam festival itu.
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Kepri, Arifin Nasir mengatakan, kegiatan yang digelar untuk yang kedua kalinya ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan. Salah satunya dilihat dari jumlah peserta yang pada tahun ini meningkat menjadi 24 tim dari tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 17 tim.
" Selain jumlah, dari segi kualitas penampilan peserta juga terjadi peningkatan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengolah seni budaya pesisir yang merupakan kebanggaan Batam dan Kepri. Kalau tahun lalu namanya Dikir Barat, mulai tahun ini namanya menjadi Dikir Kepri,” papar Arifin.
Arifin menjelaskan, dengan digelarnya lomba ini, diharapkan mampu melahirkan bibit baru. Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemko) Batam selalu mendatangkan tim Dikir Barat dari Belakangpadang dan Pulau Lengkang, namun setelah bibit baru lahir melalui kegiatan ini, maka Kota Batam telah mempunyai pelaku seni Dikir Barat. Para pemenang merupakan tim terbaik dari semua kontestan. Tim juri menilai dari berbagai aspek seperti musik, kostum dan tema.
Kadis Kebudayaan Kepri ini juga mengingatkan supaya Pemko Batam menjadikan Dikir Barat sebagai salah satu aset dan identitas seni budaya Batam. Kepada Pemko Batam, Arifin juga berpesan untuk memanfaatkan gedung Indrasakti untuk kegiatan seni budaya. Diharapkan juga peran serta masyarakat untuk menumbuhkembangkan seni dan budaya.
" Jaga kebersihan lingkungan Belakang Padang agar tetap bersih dan indah, sehingga orang akan selalu ingin kembali berkunjung ke Belakang Padang sesuai gelarnya, yakni Pulau Penawar Rindu,"pesannya.
Masih, kata Arifin, Dinas Kebudayaan Kepri pada tahun ini juga akan menggelar berbagai even budaya lainnya. Menurut dia, pada Mei 2013 ini akan digelar Malam Sastra. Selanjutnya bersempena dengan HUT Provinsi Kepri, Dinas Kebudayaan Kepri akan menggelar Tamaddun Melayu pada September mendatang. Kegiatan ini rencananya akan diikuti 24 provinsi serta 11 negara seperti Madagaskar, Filipina, Thailand.
" Tingginya antusias peserta menunjukkan bahwa seni budaya Melayu di Kepri sebagai bundanya tanah Melayu telah mendapat respon yang baik," sebut Arifin.
Selain itu, pada anggaran 2014, Pemprov Kepri akan memperbaiki gedung Beringin di Sekupang menjadi balai budaya yang akan diperuntukkan sebagai tempat menyalurkan bakat seni budaya dan destinasi kunjungan wisatawan mancanegara.
Masih di tahun 2014, juga akan dibuat satu pentas seni terbuka di Elang-Elang Laut, Belakang padang.
" Pemprov Kepri juga memberikan bantuan sebesar Rp24 juta pada Sanggar Basri untuk menghidupkan kembali seni Makyong dan Jogi yang rencananya akan ditampilkan pada Festival Tamaddun Melayu," ujar Arifin. (r/mnb)
- WNA Aniaya Petugas Imigrasi Batam
- Dinkes Batam Dinilai Tak Becus
- Wakil Walikota Batam Janji Bantu Korban Puting Beliung
- Ada SPBU di Batam Tak Sesuai Takaran
- Kadin Batam Cari Entreprenuer Muda
- Guntur: DPUD Landasan untuk Dapatkan Dana
- BP Batam Kembali Ukur Kampung Tua
- Bandara Hang Nadim Tambah Landasan Pacu





