Dengan adanya CBT Laboratorium diharapkan memudahkan polisi dalam mengungkap berbagai kasus kejahatan karena telah dilengkapi berbagai modul penyelidikan dan penyidikan dengan berbagai contoh kasus.
" CBT Laboratorium ini merupakan laboratorium meningkatkan pengetahuan dan apa bila kita tekuni dan melakukan pelatihan secara terpusat atau terkordinir tentunya kita dapat melakukan kerja-kerja kita secara proposional,"terangnya.
Menurut Kapolda, letak geografis Kepri yang berdekatan dengan Singapura, Malaysia, dan Thailand menyebabkan daerah ini rawan dari berbagai tindak kejahatan.
Berdasarkan catatan kepolisian mulai Januari-Maret, kejahatan yang paling tinggi angkanya. Termasuk juga sebagai daerah perbatasan yang perlu diantisipasi adalah penyeludupan senjata api dan terorisme.
" Data tiga bulan terakhir tentang narkotika yang telah berhasil diungkap yaitu heroin seberat 4 kg, shabu sebanyak 20 kg dengan tersangka mencapai 40 orang," ungkapnya.
Brian Thompson Executive Director JCLEC yang mewakili Commander Chris Sheehan dari Australian Federal Police mengatakan, CBT laboratorium yang dibangun ini setidaknya terdapat sebanyak 90 modul pelatihan yang dapat dipelajari. Modul tersebut berisi berbagai kasus dan bagaimana penanganannya. Salah satu di antaranya kasus pencucian uang.
" Kami berharap dengan CBT ini dapat membantu Polda Kepri dan Polri,"terangnya.
Dia juga mengungkapkan, telah membangun sebanyak 7 CBT di beberapa tempat di Asia Tenggara dan Polda Kepri yang terakhir. Dan dengan dibangunnya CBT Laboratorium di Polda Kepri menunjukkan telah terjalin hubungan yang cukup erat di kedua belah pihak.
" Ini menunjukkan hubungan yang baik antara kami dengan Polri dengan dibangunnya CBT di Polda Kepri,"terangnya.
Dia juga menyebutkan, sebelum dibangunnya CBT Laboratorium di Polda Kepri sebelumnya juga telah berdiri di Polda Bali, Polda NTT, Lombok, RTMC Mabes Polri, Sekolah Negara Polisi di Kupang, satu sekolah Akpol, serta 1 laboratorium di JCLEC di Semarang.
Peresmian CBT Laboratorium dihadiri seluruh perwira di lingkungan Polda Kepri dan juga satuan kerja di bawahnya. Juga terlihat hadir Brigjen Soepartiwi, Executive Directur JCLEC. (jua)
- Kemenag Kepri Galakkan Magrib Mengaji
- 17 April, Tim Terpadu Kembali Tertibkan Reklame
- Korban RK Mobil Tak Terima Mobilnya Ditarik BPR
- Ribuan e-KTP Masih Tersimpan di Kelurahan
- Ada SPBU di Batam Tak Sesuai Takaran
- Wakil Walikota Batam Janji Bantu Korban Puting Beliung
- Dinkes Batam Dinilai Tak Becus
- WNA Aniaya Petugas Imigrasi Batam



