Senin05272013

Last update12:00:00 AM

Back Batam Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur

Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur

KEGIATAN praktek di laboratorium kimia paling disukai oleh para siswa jurusan Kimia di SMKN 4 Batam. Pasalnya, mereka tidak hanya mendapatkan ilmu tentang proses kimia tetapi juga sekaligus menumbuhkan jiwa entrepreneur.
Jika melihat sekilas pratikum di Lab Kimia terkesan seperti kegiatan masak-masak di dapur. Para siswa ada yang memblender, menyiapkan cetakan, membersihkan gelas dan lain-lain. Namun jangan salah, apa yang dilakukan para siswa tersebut bukan membuat kue tetapi sebuah eksperimen zat kimia yang bisa menghasilkan produk, baik untuk dikonsumsi maupun digunakan. Salah satunya, adalah membuat jahe instan yang proses pembuatannya perlu ketelitian dan kecermatan agar bisa menghasilkan butiran jahe instan yang layak dikonsumsi.

Nika, salah seorang siswa menuturkan, dirinya sangat menyukai kegiatan pratikum di lab karena bisa menemukan sesuatu yang baru. Terlebih lagi hasil temuanya itu bisa digunakan sendiri bahkan dijual. Nika mengaku meski baru duduk di bangku kelas X, dirinya telah bisa membuat sendiri jahe instan.

"Saya suka bereksperimen untuk mengetahui sifat-sifat kimia baru. Seperti dalam pembuatan jahe instan yang prosesnya mulai dari pemanasan, diparut sampai diaduk hingga menjadi butiran jahe instan," papar alumni SMPN 4 Batam.

Menurut siswi yang bercita-cita menjadi seorang peneliti ini, selain membuat jahe instan ada banyak lagi kegiatan praktikum yang menarik seperti membuat sabun colek dan sabun mandi. Baginya, kegiatan ini tidak hanya sekedar mendapatkan ilmu baru tetapi juga sekaligus mendidik jiwa entrepreneur karena produk yang dihasilkan bisa dijual.

Hal senada disampaikan Rokiah,S.T., selaku Kepala Lab Kimia, produk yang dihasilkan para siswa saat pratikum tidak hanya sebagai hasil penelitian saja tetapi juga dipasarkan kepada siswa dan guru. Diantaranya, minuman instan, temulawat instan, kunyit asem, beras kencur, minuman soya, bikin tempe, sabun colek dan sabun transparan.

"Produk-produk tersebut kebanyakan dibuat oleh siswa kelas XI dan XII. Mereka tidak hanya membuat produk jadi tetapi sekaligus memasarkan kepada teman-temanya dan guru. Keuntungan yang diperoleh bisa mereka nikmati. Jadi pratikum sekaligus mendidik jiawa entrepreneur," kata Rokiah.

Dijelaskan Rokiah, produk yang dihasilkan siswa selain dipasarkan di lingkungan sekolah, sudah ada yang dipasarkan ke umum. Salah satunya minuman instan yang pernah diproduk 5 Kg. Dimana dalam 1 Kg terdapat 40 bungkus dan dijual seribu per bungkus.

"Proses pembuatan produk tersebut dua sampai empat jam pelajaran. Karena saat ini sarana yang kami miliki masih terbatas seperti kompor," jelas Rokiah.

Rokiah menambahkan, saat melakukan praktim di lab, para siswa harus mengikuti peraturan agar tidak terjadi kesalahan dalam mempergunakan zat kimia. Mereka juga di lengkapi dengan alat pelindung diri (APD) seperti, maskes, sarung tangan, jas lab dan bagi yang putri rambut harus diikat.

"Penggunaan zat yang akan diekspresimenkan harus sesuai takaran. Para siswa juga harus menggunakan pelindung diri, seperti saat menggunakan zat natrium hodrogsida yang bersifat basah. Jika tidak hati-hati bisa mengakitkan gatal-gatal pada kulit," papar Rokiah yang didamping Fahmiati, guru Kimia.

Secara terpisah, Kepala Sekolah SMKN 4 Batam, Baharudin Sitepu menambahkan, berdirinya jurusan Kimia, karena tuntutan Batam merupakan kota industri yang membutuhkan tenaga ahli dibidang kimia. Hal ini terbukti pada lulusan pertama dan kedua, hampir 40 persen langsung diterima di perusahaan.

"Sejauh ini banyak menganggap kalau mempelajari kimia itu sulit dan banyak hitungannya, padahal tidak demikian. Justru cukup menyenangkan dan bisa bereksperimen," kata Sitepu.

Lab Kimia SMKN 4 Batam baru tahun ini berdiri dan telah terisi hampir 70 persen. Hanya Operasional Teknik Kimia (OTK) yang belum ada. Namun pihak sekolah telah menyiasatinya dengan membawa siswanya studi banding keperusahaan, seperti ke PT Eco Green, Sucopindo, Suveyor Indonesia, dan PT ATB, serta kerjasama dengan Bapedalda Batam. Oleh.Johni F.Liputan Batam

Share