Amsakar Achmad mengatakan, penyaluran BBM ke setiap SPBU dilakukan Pertamina tiga kali sehari. Namun dilakukan tidak secara serentak, sehingga membuat oknum yang melakukan penyelewengan dapat menggilir setiap SPBU.
" Jika dalam satu satuan waktu dilakukan secara serentak. Sehingga, pelangsir itu, paling sempat ngambil di satu SPBU. Kalau sekarang ini, saya rasa pelangsir, juga sudah tau jadwal pendistribusiannya, sehingga bisa digilir,"kata Amsakar, akhir pekan lalu.
Katanya, BBM yang disalurkan sesuai ketentuan, besarannya 8 ton untuk jenis solar. Sementara untuk jenis, premium 24 ton perhari. Dengan kuota seperti itu, untuk pemakaian masyarakat Batam, dirasa cukup, hanya saja saat ini, pihaknya berhadapan dengan pelansir illegal.
Dengan penyaluran satu kesatuan waktu, maka upaya penyelewengan dapat kecil. Memang kata Amsakar, untuk menjalankan ini, butuh armada yang cukup. Seperti diketahui, di Batam ini, sudah ada 33 SPBU.
"Jika penyaluran serentak, maka antrian panjang bisa dicegah. Antrian itu bukan karena kekurangan kuota, tapi sistim pendistribusiannya. Tapi kendalanya, karena kekurangan, armada itu,"katanya. (mnb)
- Soerya : Insyallah Lulus Semua
- PT Nissin Kogyo Larang Karyawanya Masuk Kerja
- Warga Kecewa Sikap Wawako Batam
- Buruh Ghimli Datangi DPRD Batam
- Hyundai Nagoya, Hadirkan Car Repair Shop
- Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur
- SMK MHS Raih Emas Futsal
- Batam Targetkan Bebas TB Tahun 2016



