Status Kontrak Minta Diganti Permanen
BATAM CENTRE (HK) - Puluhan karyawan PT Ghimli mendatangi gedung DPRD Batam, Senin (15/4). Mereka minta DPRD Batam memperjuangkan nasib karyawan PT Ghimli yang sudah bertahun-tahun bekerja, namun masih berstatus kontrak.
Aksi para buruh tersebut dimulai pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB. Sebab, dihari yang sama akan ada hearing antara manajemen perusahaan dengan pihak buruh. Namun sayang, perwakilan perusahaan tidak satu pun yang hadir.
Ketua Komisi IV DPRD Batam, Riki Sholihin mengatakan, Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang sudah berlangsung tidak dihadiri pihak menajemen PT Ghimli. Komisi IV akhirnya sepakat untuk menunda RDP hingga waktu yang ditentukan.
" Kita sebenarnya sudah menginfomarsikan ke PT Ghimli pada Jumat untuk RDP hari ini (Senin). Tapi, dia juga tidak datang. Memang, surat RDP itu, baru sampai Senin pagi ini, karena pada hari Jumat pihak perusahaan tidak ada dan disampaikan sudah sore. Sabtu dan Minggu libur, sehingga pagi Senin baru disampaikan," kata Riki, yang ditemui usai pertemuan dengan perwakilan buruh.
Katanya, meski suratnya baru sampai tapi sudah ada komunikasi dengan pihak perusahaan sejak Jumat, bahwa Senin ada RDP. Tapi pihak menajemen tetap berkilah kalau surat undangan telat datang.
" Kita akan lakukan panggilan kedua dan ketiga. Tapi kan ada jeda waktunya, masalahnya surat undangan kan perlu ditandatangani ketua. Kalau nanti panggilan ketiga juga tidak datang maka, bisa dipanggil paksa,"kata Riki.
Sekretaris PUK FSPMI PT Ghimli, Dwi Prasetia mengaku kecewa dengan ketidak hadiran pihak perusahaan. Padahal, sudah dilakukan pemanggilan. Ia pun berjanji akan tetap bertahan di gedung dewan hingga mereka hadir.
" Ada yang sudah bekerja sejak 2007. Tapi belum juga berstatus permanen. Tuntutan kita tak boleh ditawar-tawar lagi. Kita akan tunggu sampai ada kepastian," kata Dwi.
Seperti diketahui, perusahaan yang bergerak dibidang garmen tersebut beberapa bulan belakangan ini, memang sering didemo karyawannya. Saat ini karyawan PT Ghimli mencapai 4000 orang.
"Sudah berapa kali kami aksi, meminta untuk dipermaenenkan, tapi tidak pernah ada realisasi," kata Iwan, salah seorang karyawan Ghimli. (mnb)
- Tim SAR Masih Lakukan Pencarian Korban Tenggelam di Jembatan V
- DPR Tinjau Kapal Sitaan Milik Nelayan Asing
- Pecat Kepsek Asusila dari PNS
- Dewan Ancam Interpelasi Walikota Batam
- Proyek PT Kezia Resahkan Warga
- Dukung Batam Car Free Day
- Polda Kepri Tingkatkan Kemanan Jelang Pemilu 2014
- Kapolda Kepri Minta Pemberian Izin Lahan Lebih Teliti




