BATAM CENTRE (HK) - Salah seorang warga Hang Kesturi, Legenda Malaka Syahril mengaku sedih dan kecewa mendengar pernyataan Wakil Walikota Batam Rudi, SE,MM yang dinilai telah melecehkannya. Sebagai seorang pemimpin, Rudi tidak pantas berkata begitu.
" Dia (Rudi) menunjuk-nunjuk saya, sambil berkata " Kamu tidak bisa diajak kompromi. Kamu tidak level dengan saya," kata Syahril menirukan perkataan Rudi, Senin (15/4).
Kejadian itu berawal dari penolakan warga tentang rencana pembangunan 150 kios untuk pedagang kaki lima (PKL) di kawasan buffer zone, komplek ruko Hang Kesturi. Selain menolak dibangun kios, warga juga minta Rudi yang datang untuk meninjau lokasi bisa bertindak tegas. Sebab, warga tidak pernah mengizinkan pembangunan kios di kawasan tersebut.
" Lahan terbuka hijau di kawasan itu hanya ada di depan ruko, sehingga apabila ditebang akan berubah menjadi gersang. Makanya kita menolak dibangun kios," katanya.
Tapi jangankan didengar aspirasinya, Syahril malah dipermalukan didepan umum oleh sang wakil walikota. Padahal, tujuannya menolak dibangun kios karena tidak ingin lahan hijau tersebut berubah fungsi menjadi tempat PKL.
Kemudian, apabila terus dibangun, maka dikhawatirkan diareal tersebut akan merebak penjual minuman keras. Sehingga, daerah tempat tinggalnya dimungkinkan menjadi tidak kondusif lagi.
Hal senada disampaikan, Joni. Menurut dia, dari 150 kios yang akan dibangun, rata-rata yang akan menempati merupakan PKL dari luar kawasan tersebut. Sementara masyarakat setempat hanya beberapa orang saja. Lagi pula, tempat tersebut tidak banyak PKL-nya.
" Jangan diasumsikan PKL biasa. Yang mana sudah jualan semua, PKL ada dari Jodoh, Nagoya ke sini. Sementara warga di sini hanya beberapa orang saja. Yang jelas, kami menolak pembangunan ini," kata Jono.
Di areal yang akan dibangun kios tertulis dengan tegas bahwa warga menolak dilakukannya pembangunan dan minta lahan tersebut dikembalikan sesuai fungsinya.
Ketua RT 3 RW 4 perumahan setempat, M Roy mengatakan, rencana pembangun kios sebanarnya sudah disampaikan pemerintah ke perangkat RT dan RW pada Januari lalu. Dan memang sudah disosialisaiskan dengan perwakilan RT dan pemuka masyarakat.
" Ada tujuh dinas yang datang. Sebenaranya sudah ada pendataan bersama koperasi. Kita sosialasi RT dan tokoh masyrakat. Tapi memang sosiliasi secara lisan. Lagian tidak ada intruksi untuk sosisliasi dari Dinas PMPKUKM. Kita RT posisinya di tengah. Gak mendukung dan gak menolak," katanya.
Terpisah, Wakil Walikota Batam, Rudi yang dikonfirmasi kemarin mengatakan, apa yang disampaikan itu dalam tahap wajar dan tertuju kepada personal. Tidak ada maksud apa-apa apalagi sampai bernada kasar dan emosi.
" Sebelumnyakan warga menolak. Saya turun hanya melihat lokasi, karena kebetulan sore ini (kemarin) ada rapat Dinas UKM dengan warga. Jadi, saya hanya melihat saja. Tapi, si Syahril itu mengatakan ini harus ditutup tidak boleh ada pembangunan berulang-ulang," kata Rudi.
Dengan berlulang-ulang ucapannya seperti itu, Rudi mengatakan kalau memang mau dibongkar terserah warga dan diputuskan dalam rapat nantinya. Pemerintah hanya memediasi. Namun Syahril tetap ngotot.
" Saya sudah sampaikan, nanti diputuskan dalam rapat. Kalau memang warga tidak mau, maka berapa jumlah pedagang di sana, segitu aja yang dibangun. Tapi dia ngomong terus, malah kita pula yang mau diatur. Biar diputuskan semua warga, jadi tidak satu orang saja," kata Rudi. (lim)
- Tim SAR Masih Lakukan Pencarian Korban Tenggelam di Jembatan V
- DPR Tinjau Kapal Sitaan Milik Nelayan Asing
- Pecat Kepsek Asusila dari PNS
- Dewan Ancam Interpelasi Walikota Batam
- Proyek PT Kezia Resahkan Warga
- Dukung Batam Car Free Day
- Polda Kepri Tingkatkan Kemanan Jelang Pemilu 2014
- Kapolda Kepri Minta Pemberian Izin Lahan Lebih Teliti




