Senin05272013

Last update12:00:00 AM

Back Batam Soal Kurang, Lembar Jawaban Salah

Soal Kurang, Lembar Jawaban Salah

Ujian Nasional Hari Pertama

BATAM (HK)- Pelaksanaan hari pertama Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/MA/SMK dan SMALB di Provinsi Kepri, Senin (15/4) diwarnai berbagi permasalahan. Dimulai dari kurangnya soal, lalu ada pula kesalahan pada lembar jawaban soal ujian nasional (LJUN).

Di SMAN 4 Batam, satu ruangan yang terdiri dari 20 siswa/wi tidak kebagian soal UN. Panitia UN terpaksa harus memperbanyak soal UN yang asli dengan cara memfotokopi. Akibatnya, pelaksanaan UN di sekolah tersebut tertunda sekitar satu jam. Semestinya ujian mata pelajaran Bahasa Indonesia selesai pukul 9.30 WIB, tapi molor hingga pukul 11.30 WIB.

"Sesuai arahan dari POS UN bila kekurangan soal bisa di fotokopi, ya kita fotokopi dulu daripada UN harus ditunda," ujar Kepala Sekolah SMAN 4 Batam, Dra Tapi Winanti, kemarin.

Mesti soal UN difotokopi, kata dia, namun keabsahan soal UN tetap terjaga utuh. Pasalnya, saat soal UN asli difotokopi ikut disaksikan pengawas, tim independen dari perguruan tinggi, serta pihak kepolisian. Tapi menyatakan, permasalahan yang ditimbulkan akibat kasus ini, yakni pemeriksaan LJUN siswa yang difotokopi tidak bisa dilakukan sistem komputerisasi.

"Harus cara manual memeriksanya," ujar Tapi.

Diakuinya, akibat keterlambatan mengerjakan soal UN ini, peserta UN sempat resah dan kaget. "Ya namanya anak-anak pasti resah melihat kawannya di ruangan lain sedang mengerjakan soal UN, sedangkan dia tidak," jelasnya.

Sebenarnya kekurangan soal UN di SMAN 4 Batam ini telah diketahui sejak UN didistribusikan ke kantor polisi dari Disdik Kota Batam pada Sabtu lalu. Namun, demi menjaga kerahasiaan, maka disepakati soal UN yang kurang akan difotokopi.

Jumlah peserta UN di SMAN 4 Batam tahun ini untuk jurusan IPS sebanyak 212 siswa dan jurusan IPA berjumlah 83 siswa. Hanya satu siswa saja yang tidak ikut UN, yaitu bernama Toriq Boma Putri. Ia sakit dan kini masih dirawat di RSUD Embung Fatimah Batam.

Sementara, kasus LJUN salah terjadi di SMK Kartini Batam dan SMKN 1 Tanjungpinang. Semestinya LJUN adalah mata pelajaran Bahasa Indonesia, tapi yang diterima beberapa siswa LJUN pelajaran Bahasa Inggris.

Di SMAN 4 Batam, kasus ini ini menimpa 4 siswa. Mereka mengikuti UN di ruang atau kelas yang berbeda. Parahnya, kesalahan LJUN itu baru diketahui setelah siswa menyelesaikan soal UN dan meneyrahkannya kepada pengawas ujian.

"Mau diganti gimana lagi, waktu sudah habis. Terpaksa saja kita buat berita acara agar dikoreksi manual oleh panitia UN nanti," kata Kepala Sekolah SMK Kartini Batam, Mujiono.

Atas kejadian tersebut, Mujiono mengaku khawatir. Ia takut pihak panitia UN tidak mengoreksinya secara manual, tapi justru sistem komputerisasi. Kalau itu terjadi, dipastikan hasil UN yang diisi siswa nihil, karena LJUN-nya salah.

Sedangkan di SMKN 1 Tanjungpinang, ada dua siswa yang menerima LJUN salah. Kepala SMKN 1 Tanjungpinang Asmaniar mengatakan, sebelumnya pihak sekolah telah memberitahukan kepada seluruh pengawas UN agar memerintahkan siswa lebih dulu mengecek naskah soal dan lembaran jawaban.

"Namun tetap ditemukan kesalahan LJUN di ruang 15 dan 17. Di ruang 15 satu siswa dan di ruangan 17 satu siswa. Di ruang 15 ketahuan saat dicek satu persatu oleh pengawas dan langsung diganti, sementara yang di ruang 17 atas nama Dwi Agustini luput dari pemeriksaan dan siswa juga tidak menyadarinya sehingga ketahuan setelah usai mengerjakan ujian," jelasnya.

Asmaniar menambahkan, naskah tersebut tetap dimasukkan ke dalam amplop khusus dan dibuatkan berita acaranya tersendiri.

"Pihak sekolah telah berkoordinasi dengan pihak Dinas Pendidikan Tanjungpinang, dan nanti Disdik yang berkoordininasi dengan Pusat. Dan mudah-mudahan tidak terjadi masalah saat pengecekan kode barcode," harapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan kota Tanjungpinang HZ Dadang Ag menerangkan, terkait temuan itu sudah dikoordinasikan oleh tim pengawas bersama pihak sekolah.

"Setelah kita periksa dengan seksama, ternyata hanya ada kesalahan pengetikan dari percetakan LJUN-nya. Seharusnya mata pelajaran Bahasa indonesia ditulis Bahasa Inggris," terang Dadang.

Soal Mudah

Sementara itu, salah satu siswa SMKN 1 Tanjungpinang, Tri Yulistiawati usai melaksanakan UN mengatakan, semua soal mata pelajaran Bahasa Indonesai dapat dijawabnya. Ia pun mengakui memang ada beberapa soal yang menjebak.

"Ada beberapa soal yang jawabanya hampir sama, bila kita tidak teliti pasti salah. Namun mudah-mudahan dari 50 soal yang ada semua terjawab dan yakin di atas 70 persen benar," katanya.

Sementara siswa SMAN 2 Tanjungpinang Tria Nency mengatakan, mata pelajaran Bahasa Indonesia tidak menjadi masalah dan semua soal dapat dijawab. Ia yakin sekitar 80 persen benar.

"UN hari pertama Bahasa Indonesia tidak begitu ditakuti, nanti saat pelajaran Bahasa Inggris dan Matematika baru terasa bebannya bagi kami semua," tutur Tria sambil diamini beberapa temannya.

Target Lulus 98 Persen

Kemarin, Gubernur Kepri HM Sani didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Yatim Mustafa, serta Penanggungjawab UN untuk Kepri dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim meninjau sekaligus membuka sampul perdana soal UN di SMUN 5 Tanjungpinang. Gubernur sesaat sebelum membuka naskah soal UN sempat berpesan agar siswa tidak perlu tegang.

"Jangan pada tegang ya, bawa santai saja, dan sebelum memulai mengerjakan soal untuk yang muslim dimulai dengan membaca Bismillah. Yang lain, lakukan sesuai dengan agamanya masing- masing," ujar Sani.

Gubernur berharap UN tahun ini bisa lebih baik dari tahun sebelumnya. Jika tahun lalu tingkat kelulusan di Kepri mencapai 98 persen, maka tahun ini harus di atas itu, atau minimal sama.

"Terkait target UN, tentunya kita harus lebih baik dari tahun lalu. Bila tahun lalu tingkat kelulusan kita 98 persen, maka untuk tahun ini, ya harus lebih dari itu, atau minimal samalah," kata Sani menjawab wartawan.

Di tempat yang sama, Prof.Dr HM Nazir yang merupakan penanggung jawab UN untuk Kepri mengatakan, untuk pelaksanaan UN di Kepri pengawasannya dibantu oleh beberapa Perguruan Tinggi (PT) yang ada di Kepri. Pada UN hari pertama, hadir perwakilan dari Sekolah Tinggi Islam (STAI) Miftahul Ulum, Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) dan Stisipol Raja Haji Fisabilillah.

"Pelaksanaan UN di Kepri hingga hari ini alhamdulillah lancar. Dari proses cetak hingga pendistribusiannya juga aman-aman aja. Dan untuk menjamin keamanan soal, kita lakukan pengamanan hingga tiga lapis. Kita harapkan siswa mengerjakan UN ini secara jujur dengan 20 paket tentunya tidak ada peluang untuk melakukan kecurangan," jelas Munzir.

Terpisah, Walikota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah, Wakil Walikota Tanjungpinang H Syahrul SPd bersama Plt Sekdako Tanjungpinang Syafrial evi juga membuka resmi naskah UN di sejumlah sekolah di Tanjungpinang.

Lis membuka naskah UN di SMKN 2, Syahrul di SMA Negeri 3 Tanjungpinang Barat dan Syafrial Evi di SMAN 1 TanjungPinang. (men/yan/sut)

Share