Hal tersebut diungkapkan oleh dokter spesialis anak RSAB Batam Siti Iqbalwanty, SpBA saat jumpa pers di RSAB Batam, Kamis (18/4).
Ia menjelaskan, penyakit Hernia Diagfragmatika karena bentuk paru-paru tidak sempurna dan disebabkan virus ataupun kurangnya gizi saat ibu mengandung.
" Penyakit ini memang sedikit langkah dan hanya 1 banding 400 angka kelahiran di dunia ini. Seharusnya setiap ibu bisa memperhatikan pola makan dan gizinya, agar tidak terkena penyakit tersebut, "ucapnya.
Siti mengatakan, adapun Hernia Diafragma ini, terkena saat masa dalam kandungan. Penyakit ini, bisa terlihat saat kandungan memasuki usia 8 hingga 10 Minggu atau sekitar 3 bulanan. Sebenarnya, penyakit ini bisa dideteksi sejak dalam kandungan, tetapi tidak bisa disembuhkan, harus terlahir dahulu.
" Kita bisa mendeteksi penyakit ini pada masa kehamilan. Tetapi untuk mengobatinya, harus lahir dan itupun kalau bayinya selamat. Selama ini, hanya ada beberapa bayi yang selamat dan ada juga yang tidak selamat, "ungkapnya.
Setelah melakukan operasi, bayi tersebut terlebih dahulu harus memakai alat bantu pernafasan. Karena, kalau dipaksakan Paru-Paru anak tersebut bisa bocor.
" Paska operasi bayi tersebut harus dibantu dengan alat pernafasan selama 5 hingga 7 hari, "pungkasnya.
Sementara itu, Martinus Tumanggur (30) dan Nora Manulang (28) orangtua dari Vincent Loloat merasa sangat senang karena penyakit anaknya sudah sembuh total.
Vincen Loloat yang lahir pada tanggal 26 Maret 2013 di Tanjungpinang, tanpak sehat-sehat saja. Tetapi, keesokan harinya tanggal 27 Maret 2013, ia mengalami sesak nafas dan wajahnya kebiruan.
" Waktu lahir anak saya normal tidak ada yang aneh, walaupun ia lahir dengan cara cesar. Tetapi besoknya. Tiba-tiba anak saja mengalami sesak nafas dan wajahnya membiru, saya langsung membawanya ke RSAL Tanjungpinang, "kata Martinus.
Dikatakan dia, pihak RSAL Tanjungpinang menyarankannya untuk segera melakukan operasi di RSAB. Waktu itu, sekitar tanggal 27 April. Martinus langsung segera membawa bayinya ke RSAB Batam.
" Dokter RSAL bilang ke saya, lebih baik dioperasi saja di RSAB Batam karena mereka tidak memiliki alat-alatnya. Setelah kami bawa anak kami, pihak RSAB langsung mengoperasinya, " paparnya. (byu).Share
Newer news items:
- Lego Jangkar di Nipah Wewenang Kemenhub
- Wawako Batam Resmikan Program Padat Karya di Pulau Air Raja
- Kasdisparbud Batam Diminta Mundur
- Inflasi Batam Triwulan I Tahun 2013 Terkendali
Older news items:
- Penggunaan KTP SIAK Terakhir Desember 2013
- Funstasi Island Kawasan Wisata Resort dan Rekreasi Terpadu
- Pajak Online Menelan Biaya Cukup Besar
- Distako Batam Segera Sidak Lokasi Pembangunan PT Keizia




