Alasan mereka mendatangi rumah tersebut adalah untuk menanyakan kejelasan gaji yang sudah dua bulan tertunggak. Namun pihak perusahaan selalu berjanji untuk membayar.
Silaban, salah seorang buruh mengatakan pihak perusahan tidak komitmen dengan janjinya. Seharusnya perusahaan membayar gaji mereka paling lambat tanggal 5 hingga 15 April ini. Tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda gaji mereka akan dibayar.
Celakannya ketika ditanyakan masalah ini kepada manajer lapangan perusahaan tersebut, malah tidak tahu terkait perjanjian yang telah disepakati itu.
" Buruh bingung, Pak. Padahal pihak perusahan sudah sepakat akan membayar sesuai dengan perjanjian itu, namun sekarang tidak ada relesi," ujarnya.
Fuji, buruh lainnya mengaku mendatangi rumah rekan kerja bersama teman sekerjanya, hanya ingin mempertanyakan gaji yang menunggak dua bulan yang tidak ada kejelasan dari perusahaaan subcon tersebut.
"Kami sengaja ke sini (rumah tim kipernya red), untuk menanyakan kejelasan gaji kami. Soalnya saat ditanya malah tidak tahu serta pergi begitu saja," katanya dengan nada kesal.
Hery koordinator lapangan juga mengungkapkan, tidak ada lagi kejelasan dari pihak perusahaan. Sebab, sejak buruh mengerjakan Tongkang, gaji paling lambat akan dibayar pada tanggal 15 April ini.
Sementara pihak perusahaan sudah berjanji pada tanggal (10/4) kemarin akan menuruti permintaan tersebut. Bahkan, kami seolah-olah tidak mengetahuinya.
" Apapun alasannya kami tetap akan perjuangkan gaji itu. Karena dari gaji kami lah anak istri kami makan. Total gaji yang belum dibayarkan sebanyak Rp 270 juta," katanya sambil marah-marah. (cw71).Share
Newer news items:
- Wawako Batam Kembali Kecewakan Warga
- Mahasiswa PTUN-kan Ahmad Dahlan
- Warga PK NTT di Batam Demo
- PGRI Kepri Siapkan Dua Pengacara buat Herizon
Older news items:
- PT Jaya Auto Central, Sparepart Ready Stock
- PC PGRI Lubukbaja Gelar Rakercab I
- HUT SMK MHS ke-6 Meriah dan Sederhana
- Hyundai Nagoya Diresmikan Target Jual 30-40 Mobil Per Bulan




