Jumat04262013

Last update12:00:00 AM

Back Batam Pertamina Petakan 32 SPBU di Batam

Pertamina Petakan 32 SPBU di Batam

Wacana Kenaikan BBM Bersubsidi

BATAM CENTRE (HK) - PT Pertamina melakukan pemetaan terhadap 32 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Batam. Pemetaan tersebut dilakukan sehubungan dengan wacana pemerintah pusat menentukan harga BBM menjadi tiga bagian.
Dalam pemetaan tersebut, 60 persen menjadi tempat pengisian bahan bakar jenis solar dengan harga subsidi penuh, dan 40 persen diperuntukan untuk bahan bakar jenis premium.

Sales Representatif FRM XII Pertamina Wilayah Kepri Teuku Desky Arifin mengatakan, pihaknya sudah memplotting 32 SPBU di Kota Batam yang bakal menjual BBM dengan subsidi penuh dan subsidi separuh, baik itu jenis solar maupun premium. Pada pelaksanaan nanti, penentuan harga di setiap SPBU menggunakan sistem silang.

" Kita sudah memplot setiap SPBU. Dimana SPBU nya saya lupa, tapi kalau persentasenya, sekitar 60 persen SPBU di Batam akan menjual solar dengan subsidi penuh, sisanya 40 persen untuk premium, dengan sistem silang. Pelaksanaanya jika salah satu SPBU menjual premium dengan subsidi penuh, maka ditempat tersebut akan menjual BBM jenis solar dengan harga subsidi setengah," kata Desky, saat dihubungi, kemarin.

Dengan sistem silang, kata Deski, diperkirakan juga dapat mempermudah masyarakat dalam membeli BBM. Selain itu, pihaknya juga menjaga omset setiap SPBU. Sehingga, semua tercover. Apalagi, jumlah SPBU di Batam relatif banyak, sehingga untuk membeli BBM yang memang disubsidi penuh jaraknya tidak terlalu jauh dan mengingat Batam merupakan daerah kepulauan bukan jalur lintasan.

Seperti diketahui, pemerintah pusat membagi harga BBM dalam tiga bagian. Rencana menaikkan harga BBM subsidi jenis premium dan solar untuk mobil pribadi dari Rp 4.500 menjadi Rp6.500 per liter. Sementara itu, harga BBM subsidi untuk sepeda motor dan angkutan umum akan tetap pada harga Rp4.500 per liter dan harga BBM non subsidi.

Akan tetapi, lanjut Desky, waktu penerapannya nanti akan disesuaikan dengan keputusan resmi pemerintah mengenai kenaikan harga BBM. Sementara untuk Pertamina sendiri, pada dasar nya sudah siap melaksanakan.

" Dengan penetapan tiga harga BBM ini, baik solar maupun premium kita sudah siap. Kita juga sudah membagi setiap SPBU, tapi belum fit. Kita juga menerima masukan dari pemerintah dan masyarakat. Yang jelas penentuan SPBU itu, kita juga lihat dari sisi arus lalu lintas jenis kendaraan yang melewati setiap SPBU," katanya.

Mengenai pengawasan, selain koordinasi dengan pihak kepolisian, kata Desky, pada palaksanaannya nanti pihaknya akan memberikan identitas di setiap SPBU. Seperti pemberitahuan melalui rambu jalan, spanduk dan lain sebagainya. Sehingga, masyarakat dapat mengawasi bersama dan melaporkan jika menemukan kendaraan yang mengisi BBM tidak pada tempatnya. (mnb)

Share