Toni, suami korban mengaku istrinya belum bisa diajak banyak bicara, karena masih syok dengan kejadian tersebut.
"Istri saya lagi tidur mas, belum bisa digangu. Biarlah dulu dia tidur supaya tenang pikirannya,"ujarnya saat ditemui di rumahnya, kemarin.
Terkait dengan pengamanan komplek perumahaan, Toni mengaku satpam hanya melakukan pengamanan pada malam hari saja. Sementara di pagi hingga siang hari tidak ada.
"Di komplek ini hanya jaga malam saja pak, itu pun mulai sekitar pukul 22.00 WIB sampai 06.00 pagi WIB," katanya.
Sementara untuk pengungkapan kasus perampokan itu, Toni percaya kepada pihak kepolisian.
Kapolsek Batuaji Kompol Tua Turnip berjanji akan bekerja keras mengungkap kasus perampokan tersebut. Saat ini anggotanya sudah dikerahkan ke lapangan untuk melakukan penyelidikan.
"Kita akan bekerja semampu mungkin untuk mengungkapkan kasus itu. Untuk itu, tolong kepada rekan-rekan agar mengerti tentang masalah ini. Kami tidak membiarkan kasus ini diam begitu saja,"tegas Turnip.
Seperti diberitakan sebelumnya, sua perampok bersenjata tajam mengobrak-abrik rumah milik Rani di Komplek Perumahan Tembesi Centre Blok Bi No 7, Batuaji, Kamis (26/4) sekitar pukul 12.00 WIB. Perampok berhasil membawa uang tunai senilai Rp80 juta dan sejumlah perhiasan yang disimpan di dalam kamar.
Sebelum menjarah uang dan perhiasan, kawanan perampok yang awalnya berpura-pura mencari suami korban tersebut lebih dahulu menodongkan pisau dan parang panjang ke korban. Di bawah todongan senjata tajam, Rani dan anaknya diikat dengan tali.
Saat kejadian berlangsung, Rani sedang bersama dua anaknya di rumah. Satu sedang bermain di depan rumah dan satu lagi di dalam kamar. Tiba-tiba kedua perampok mengetuk pintu rumah. Begitu pintu dibuka, keduanya langsung masuk ke dalam rumah dan menutup pintu. Kedua pelaku beralasan sedang mencari suaminya.
"Ada apa pak, kok pintu rumahnya ditutup. Namun bukannya di jawab malah pelaku langsung menodongkan parang panjang dan pisau kecil ke arah saya. Saya takut dan hanya diam. Yang saya pikirkan saat itu asalkan jangan membunuh saya dan anak saya," kata Rani kepada wartawan saat ditemui di rumahnya, kemarin.
Dibawa todongan senjata tajam, pelaku mengajak Rani dan anaknya yang sebelumya berada di luar itu masuk ke dalam kamar. Di dalam kamar pelaku mengancam akan membunuh jika tidak menuruti perintahnya. Kedua perampok lalu mengikat tangan, kaki ibu dan anaknya dengan menggunakan tali.
Setelah berhasil melumpuhkan korbannya, salah satu pelaku menuju ke kamar tempat penyimpanan uang dan perhiasan. Sementara pelaku lainnya menyandera korban di dalam kamar. Selama lebih kurang 10 menit menguasai rumah itu, kawanan rampok tersebut dengan leluasa mempereteli harta korban serta uang yang tersimpan di dalam lemari kamar tersebut. Selesai menjarah isi rumah, kawanan perampok langsung kabur.
Selama ditinggalkan pelaku, Rani berhasil melepaskan diri dan kemudian menolong anaknya. Selanjutnya, Rani masuk ke ruangan kamar lainnya, ternyata uang dan perhiasannya sudah dibawa kabur pelaku. (cw/71)Share
Newer news items:
- Triwulan I - 2013, Batam Dikunjungi 311.000 Wisman
- Rudi Khaidir : Janjikan Lapas Bebas Pungli
- Daftar Tunggu Haji Kepri Hingga 2023
- Kalakhar Bakorkamla Resmikan Dermaga Satker Batam
Older news items:
- LIRA akan Beri Kesaksian di Kejati Kepri
- Pemko Batam Tunggu Rekomendasi Ombudsman
- DPRD Kota Batam Temukan 40 Ton Limbah B3
- Harga Sayuran di Batam Melonjak




