Sabtu06012013

Last update12:00:00 AM

Back Batam Kota Batam Dikepung Banjir

Kota Batam Dikepung Banjir

Banjir di Jalan ke Telaga Punggur Terparah, Kendaraan Tertahan Tiga Jam

BATAM (HK)- Hujan deras yang mengguyur Kota Batam sejak pagi hingga siang, Minggu (27/4), mengakibatkan banyak kawasan terendam air. Banjir terparah terjadi di jalan raya menuju Pelabuhan Telaga Punggur, dan sebaliknya. Di ruas jalan itu, hampir 3 jam lebih kendaraan tertahan, tidak bisa melanjutkan perjalanan.
Pantauan Haluan Kepri, tumpukan kendaraan sudah memenuhi kedua ruas jalan sejak pukul 11.00 WIB. Dari arah Batam Centre menuju Telaga Punggur, kemacetan sudah terlihat sebelum lampu merah simpang kawasan industri Panbil. Sedangkan dari arah Pelabuhan Telaga Punggur, kendaraan sudah tertahan selepas gerbang pelabuhan PT ASDP.

Kemacetan terparah justru terjadi dari arah jalan Batam Centre menuju Pelabuhan Telaga Punggur. Kemacetan diperkirakan sepanjang 5 kilometer lebih. Banjir yang menggenangi badan jalan akibat meluapnya saluran air berukuran besar, menyerupai dana di sisi kiri jalan dari arah Telaga Punggur menuju Batam Centre. Buruknya drainase juga ikut menjadi penyebab terjadinya banjir. Eli, salah seorang warga yang berjualan di dekat lokasi banjir mengatakan, banjir yang separah ini memang pernah terjadi tiga tahun yang lalu. Ia menduga penyebab banjir sama, yakni banyaknya drainase yang tertimbun tanah proyek.

"Memang sudah pernah terjadi banjir seperti ini, tapi tiga tahun yang lalu. Mungkin parit yang ada di sana tertutup dengan tanah. Makanya tidak bisa menampung air hujan dan ditambah lagi dengan luapan danau yang ada di belakang kedai kami ini," kata Eli.

Sementara itu, terputusnya jalan akibat banjir banyak dimanfaatkan pengendara untuk tidur dan ngobrol. Tapi, banyak juga pengendara sepeda motor maupun roda empat yang melihat proses pengerukan tanah di sepanjang parit oleh alat berat.

"Saya sudah dua jam lebih menunggu di dalam mobil. Untungnya kapal ke Tanjungpinang tiap jam, jadi masih bisa sampai ke Pinang hari ini (kemarin, red) juga." tutur Reno, salah seorang warga Tanjungpinang di kerumunan warga yang melihat alat berat membersihkan badan jalan dari tanah.

Ia mengaku cukup terganggu dengan kondisi itu. Karenanya, ia berharap pemerintah setelah kejadian ini mau segera membereskan penyebab terjadinya banjir.

Di Pelabuhan Telaga Punggur, Astri, seorang karyawan ticketing salah satu armada fery sempat bingung apa penyebab selama tiga jam tidak ada penumpang dari Batam yang membeli tiket. Setelah diberitahu terjadi banjir di jalan, barulah Astri mengerti.

"Oh jadi ada banjir di jalan, pantas sepi sampai hampir jam 3 sore ini," ujarnya.

Astri mendapat informasi terjadinya banjir dari wartawan koran ini yang hendak melakukan konfirmasi. Selain Astri, beberapa orang petugas ticketing armada fery lainnya juga baru mengetahui penyebab tidak terjualnya tiket dikarenakan terjadi banjir di jalan menuju Pelabuhan Telaga Punggur.

Selain di ruas jalan menuju Telaga Punggur dan sebaliknya, banjir juga terjadi di kawasan Batuaji dan sekitarnya. Ruas jalan seperti di depan Pasar Aviari dan jalan raya Permata Hijau, tampak tergenang.

Di sana, sejak pukul 10.00 WIB, genangan air sudah hampir selutut kaki orang dewasa. Akibat banjir itu, banyak pengendara sepeda motor, bahkan mobil yang terpaksa mendorong kendaraan mereka akibat mesin mati.

"Mogok mas, mungkin businya masuk air," kata Marbun, seorang pengendara yang sedang mendorong motornya di kawasan Permata Hijau.

Tias, warga lain yang sedang melintas di jalan itu mengaku setiap kali hujan lebat turun pasti terjadi banjir di kawasan Batuaji. Makanya, ia tidak terlalu terkejut dengan kondisi tersebut.

"Jalan ini sudah langganan banjir, kalau setiap hujan pasti banjir. Walapun sering banjir, tapi pejabat Pemko Batam tetap tidak mau memperhatikan," keluhnya.

Di Tiban Kampung, kondisi serupa juga terjadi. Di sana, cukup banyak rumah-rumah warga yang kebanjiran. Selain di Tiban Kampung, banyak juga pemukiman di Batam yang terendam banjir. (byw/cw71/and)

Share