Rabu06052013

Last update12:00:00 AM

Back Batam Demo Hari May Day di Kepri Kondusif

Demo Hari May Day di Kepri Kondusif

BATAM (HK)- Perusahaan-perusahaan di kawasan industri di berbagai daerah di Kepri tidak berdenyut. Pasalnya, ribuan buruh turun ke jalan melakukan aksi demo memperingati Hari Buruh Internasional (May Day), Rabu (1/5) pagi.

Mereka menolak sistem kontrak yang dianggap merugikan pekerja. Demo buruh ini, selain di Batam juga terjadi di Karimun dan Bintan. Meski demikian secara keseluruhan demo buruh di sejumlah daerah di Kepri ini berlangsung kondusif.

Pantauan di lapangan, perusahan-perusahaan di Kawasan Industri seperti Panbil, Mukakuning dan Tanjunguncang sebagian besar tidak beraktivitas. Hanya terlihat beberapa satpam yang berjaga-jaga di depan pabrik. Begitu juga di sebagian perusahaan di Bintan dan Karimun pun tidak beraktivitas seperti biasa.

Di Batam, buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI), dan Serikat Pekerja Metal (SPMI) Indonesia melakukan konvoi dari sejumlah kawasan industri yang ada di Batam sekitar pikil 07.00 WIB.

Massa buruh datang bergiliran dari berbagai lokasi dan berkumpul di simpang Kabil dan langsung menuju Kantor Walikota Batam di Batam Centre.

Untuk menuju ke kantor walikota, sebagian buruh melakukan long march dengan berjalan kaki dari Panbil dan sebagian lainnya menggunakan kendaraan roda dua. Akibatnya, jalan dari arah Panbil sebelah kiri ditutup total. Begitu juga jalan dari arah Maymart, Batam Centre menuju ke kantor walikota ditutup khususnya untuk kendaraan roda empat. Pengendara yang melewati jalan depan Maymart, Batam Centre dialihkan ke arah Hotel Harmoni One.

Di depan Kantor Walikota, secara bergantian orator dari berbagai elemen menyampaikan aspirasi. Berbagai poster dan spanduk dibentangkan di antaranya, masalah penghapusan sistem tenaga alih daya atau outsorcing dan sistem kontrak berkepanjangan yang melanggar Undang-Undang.

Selain itu buruh juga menuntut beberapa poin lainnya, diantaranya meminta Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono segara merealisaikan janjinya menyediakan bus karyawan sebanyak 20 unit di Batam. Menolak kenaikan harga BBM dan meminta setiap 1 Mei setiap tahunnya ditetapkan sebagai hari libur nasional.

Selanjutnya meminta diberlakukannya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) per 1 Januari 2014 tanpa harus diundur lagi. Pemko juga diminta mendukung sepenuhnya para buruh agar gugatan Upah Minimum Kota (UMK) 2013 yang digugat Apindo di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) dibatalkan dan meminta disegerakan agar Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) dipindahkan di Batam.

Ketua Konsulat Cabang (KC) FSPMI Batam, Yoni Mulyo Widodo mengatakan, janji SBY untuk menghadirkan bus karyawan sebanyak 20 unit sampai saat ini belum terealisasi. Padahal, janji tersebut disampaikan secara terbuka pada saat dirinya hadir di Batam guna peresmian Rusunwa tahun lalu.

"Kita minta pemerintah daerah juga untuk menyampaikan ini. Biar cepat bus karyawan dapat terealisasi. Jangan hanya menunggu, tapi tidak ada upaya dari pemerintah daerah untuk menagih. Perlu kita sampaikan, jangan sampai masyarakat hilang rasa kepercayaan ke pemerintah," kata Yoni, saat melakukan pertemuan terbuka dengan Walikota Batam Ahmad Dahlan beserta Wakilnya Rudi.

Dalam pertemuan itu, juga dihadiri Ketua DPRD Batam Surya Sardi, anggota Komisi IV DPRD Batam Riki Indrakari, Kapolresta Barelang Kombes Karyoto. Selanjutnya hadir juga Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinis Kepri Tagor Napitapulu, Kadisnaker Batam, Zarefriadi dan Dandim 0316 Batam Harvin Kidingallo serta pejabat lainya.

Yoni mengatakan, jika kepercayaan masyarakat hilang maka, apapun yang diucapkan pemerintah kedepannya tidak akan dipercaya lagi.

Di sisi lain, Yoni menyinggung soal Balai Latihan Kerja (BLK). Ia meminta BLK ini difungsikan kembali. Sebab, sangat disayangkan apabila peralatan yang sangat mahal tidak berfungsi. Selain BLK, Yoni juga menyinggung tenaga kerja asing. Menurutnya pemerintah harus berani membuat aturan agar tenaga kerja asing di Batam harus memang benar-benar memiliki skill khusus bukan skill umum.

"Sebenarnya orang-orang kita juga mampu melakukan. Tapi karena tidak ada sertifikasi, tidak dipakai. Makanya kita berharap, BLK segera difungsikan, agar buruh mendapat pelatihan dan bersertifikasi. Bayarpun kita tidak masalah, tapi tentunya murah. Jangan seperti saat ini, untuk mendapat sertifikasi welding saja harus merogoh kocek sampai Rp10 juta,"katanya.

Senada dengan itu, Ketua Konsolidasi SPSI, Syaipul Badri dan Ketua Konsolidasi SBSI Makmur Siahaan menutut DPRD agar segera menetapkan Perda Ketenagakerjaan. Sebab ranperda tersebut sudah dua periode tapi belum ada realisasi.

"Perda Naker ini sudah lama sekali. Jadi kita sangat mengharapkan DPRD segera mengesahkan ranperda tersebut. Sebab ini sudah lama sekali. Sudah dua periode gak diselesaikan," katanya.

Walikota Batam, Ahmad Dahlan dalam menanggapi tuntutan buruh mengatakan penyediaan bus karyawan, dari informasi yang ia terima Batam akan mendapat bantuan 10 bus. Sebab, 20 bus itu untuk Kepri, hanya saja kapan waktunya ia belum mengetahui.

Sementara Kepala Dinas tenaga kerja Kepri Tagor mengatakan, mengenai bus, tahun ini sudah dianggarkan. Hal itu dipastikan setelah sebelumnya melakukan pertemuan dengan pihak kementerian tenaga kerja.

"Tahun ini sudah dianggarkan. Hanya saja belum berapa jumlahnya,"katanya.

Ketua DPRD Batam Surya Sardi mengatakan, karena May Day sudah ditetapkan sebagai hari libur nasional, maka perayaan tahun-tahun kedepan akan dibuat kegiatan yang positif.

"Tadi saya sudah bincang-bincang dengan pimpinan daerah. Untuk perayaan May day tahun depan, akan kita buat kegiatan, dan kita akan siap menganggarkan," katanya.

Sweeping

Aksi buruh memperingati hari May day di Batam khususnya di wilayah Mukakuning, Seibeduk, Tanjunguncang, dan Batuampar dimulai sejak pukul 06.00 WIB. Pekerja berwearpark, seragam perusaahaan dan seragam serikat pekerja turun menguasi jalan. Polisi kerepotan mengatur arus lalulintas. Jalanan lumpuh total.

Sebagian pekerja yang sudah turun ke jalan juga melakukan aksi sweeping dan razia terhadap buruh lain yang hendak masuk kerja.

“Tak boleh ada yang kerja hari ini. Sudah diliburkana hari ini, mari sama-sama kita perjuangkan nasib buruh," ujar salah satu buruh saat menahan sejumlah mobil karyawan di simpang Fanindo Tanjunguncang.

Aksi seeping juga terjadi di kawasan Industri Batu Ampar. Nyaris semua perusahaan di sweeping. Seperti PT McDermott, kawasan industri Union, kawasan industri Citra Buana II dan lain sebagainya. Dalam aksi sweeping tersebut nyaris terjadi keributan antara pihak security dan kepolisian dengan buruh yang akan mensweeping buruh lainnya di perusahaan.

Karyawan McDermott mengaku sekitar pukul 09.00 WIB, sejumlah buruh dari perusahaan lain, memaksa masuk ke dalam kawasan perusahaan. Mereka meminta buruh MCdermott turun ke jalan untuk memperjuangkan nasib buruh.

"Mereka (buruh yang sweeping) langsung masuk kedalam dan mengajak karyawan PT McDermott untuk melakukan aksi demonstrasi dalam memperingati hari buruh sedunia,"katanya enggan menyebutkan namanya.

Meski demikian memang ada sebagian karyawan PT McDermott juga turun melakukan aksi demo dan sebagian lainnya kerja seprti biasa.

"Ya sebagian teman-teman juga ikut ke melakukan aksi demon di kantor walikota Batam," katanya. (mnb/byu/ays)

Share