Sayangnya, Goverment Relations Manager Carrefour Satria Hamid Ahmadi S yang dihubungi melalui telpon genggamnya sejak beberapa hari terakhir, tak kunjung memberikan jawaban.
Carrefour Harbour Bay Mall menempati area seluas 2.900 m2. Di awal beroperasinya, retail tersebut menggandeng sedikitnya 60 lebih pemasok lokal. Diduga karena menurunnya jumlah pengunjung ke mal tersebut membuat omset retail terbesar di Indonesia itu turut turun. Area yang kini kosong itu akan segera diisi oleh retail lokal.
Seorang karyawan di Harbour Bay Mall saat dijumpai beberapa hari lalu mengatakan sejak Carrefour berhenti beroperasi beberapa bulan lalu, suasana di mal tersebut masih sama, tidak tampak perubahan yang mencolok. "Waktu ada Carrefour, suasananya sama juga seperti sekarang. Sepi memang, tak terlalu berpengaruh banyak juga," ujar karyawan yang enggan menyebutkan namanya tersebut.
Karyawan lain yang tidak bisa kami sebutkan namanya mengatakan suasana sepi di mal tersebut merupakan hal yang biasa. Pria ini optimis suasana akan kembali normal sebelum puasa, karena retail baru akan segera beroperasi.
"Ya memang akhir-akhir ini di sini sepi, karena Carrefour sudah tutup. Tapi sebelum Puasa sudah ada gantinya. Ya untuk penurunan pengunjung sih memang ada, tapi untuk komentar lebih lanjut saya tidak berani," tuturnya.
Karyawan lainnya yang juga meminta namanya tidak dikorankan mengatakan target omset Harbour Bay Mall telah berkurang hingga 30 persen. Namun pihaknya tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen, karena akunya, sebelum menjelang puasa, area yang sebelumnya untuk Carrefour itu sudah diisi oleh retail lokal.
"Untuk pengunjung dan target pencapaiaan sih jelas berkurang, tapi saya tidak berani mengatakan hal lebih dari informasi ini, karena bukan hak saya. Namun yang pasti kami akan tetap berupaya untuk memberikan yang terbaik kepada konsumen yang ingin bergabung bersama kami. Kalau alasan Carrefour keluar dari Harbour Bay saya tidak tau, namun setelah keluar Carrrefour, pengunjung memang berkurang, dan terasa sepi. Tapi sebelum puasa nanti sudah ada yang mengisi kembali, untuk namanya saya belum bisa memberi tau," tuturnya.
Karyawan lainnya yang diwawancarai Haluan Kepri mengatakan tidak ada pelanggaran kontrak dalam pemutusan kerjasama Carrefour dan managemen Harbour Bay. "Ini masalah omset saja. Kalau pelanggaran kontrak tidak ada. Kan Carrefour tidak hanya di Harbour Bay, tapi juga ada di Kepri Mall, pemiliknya sama. Tidak mungkinlah pelanggaran kontrak. Tapi memang omsetnya minim, itu keputusan manajemen Carrefour. Tidak mungkin memaksakan beroperasi sementara omset tidak tercapai," ujar sumber tersebut.
Haryadi Tan selaku Manager Operasional Harbour Bay Mall belum bisa dimintai informasinya terkait hengkangnya Carrefour dari mal yang dikelolanya. Haryadi berjanji akan memberikan informasi terkait tutupnya retail tersebut. "Kita akan cari waktulah untuk berbincang-bincang. Yang pasti, kami selaku pengelola akan memberikan yang terbaik keapada rekanan ataupun pengunjung yang datang," ujar Haryadi. (abk)Share
Newer news items:
- Lahan Perumahan di Batam Makin Menipis
- Gas Elpiji 3kg Kembali Langka di Batuaji Batam
- Cut and Fill Jadi Pemicu Banjir di Batam
- BPOM Kepri Didesak Sampaikan Hasil Penyelidikan Kosmetik Ilegal
Older news items:
- Penjemput Sabu Rp7 Miliar Dibekuk
- Cahya: Kacau, Pendemo Minta Pengusaha Cabut Laporan Polisi
- Wako Batam Perketat Izin Cut and Fill
- Inflasi di Batam Diprediksi Tidak Lebih 2 Persen




