Perlu Dibentuk Pansus
BATAM (HK) - Persoalan banjir yang kerap melanda Kota Batam dinilai terjadi karena pelaksanaan cut and fill yang amburadul. Pemko Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam harus sama-sama bertanggung jawab.
Hal ini disampaikan Sekretaris Komisi III DPRD Kota Batam Jefri Simanjuntak dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi III dengan Pemko Batam dan BP Batam di ruang Komisi III, Senin (6/5).
"Masalah banjir yang kerap datang setelah hujan lebat merupakan tanggung jawab bersama yang harus segera dibenahi. Jangan sampai ketika banjir datang, masyarakat mengadu ke Pemko. Padahal soal pengalokasian lahan ada di BP Batam," katanya.
Jefri juga mengatakan bahwa persoalan banjir yang datang meski hujan tak seberapa deras diduga terjadi karena adanya tumpang tindih pelaksanaan cut and fill.
"Pelaksanaan cut and fill yang amburadul jadi persoalan utama. Sebagai solusi, perlu segera dibentuk Panitia Khusus (Pansus) penanganan banjir yang akan melakukan kajian secara mendalam bagaimana mengatasi banjir ini," terangnya.
Jefri menegaskan bahwa pelaksanaan cut and fill harus segera dihentikan kalau ternyata menjadi penyebab utama banjir. "Pemberian izin mendirikan bangunan (IMB) juga harus dihentikan," katanya.
Ide pembentukan Pansus juga mendapat tanggapan serius dari Ketua Komisi III DPRD Batam Yunus Muda. "Persoalan banjir di Batam tak bisa lagi dipandang sebelah mata, tapi harus menjadi persoalan serius yang wajib dituntaskan," katanya.
"Dulu hanya ada 27 titik banjir, kini sudah menjadi 47 titik. Inilah pentingnya adanya tim khusus yang bisa mencari jalan keluar dari persoalan banjir ini," ujar Yunus.
Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Kota Batam Yumasnur mengatakan bahwa persoalan banjir disebabkan laju pembangunan yang tidak disiplin pada aturan. Banyak pengusaha mengabaikan keberadaan saluran air. "Kedepan kita akan memberikan penekanan pada perbaikan drainase," katanya.
Turut hadir dalam rapat dengar pendapat, wakil dari bagian lahan BP Batam Tumpak Sianipar dan Slamet, Kepala DInas Tata Kota Batam Gintoyono, Kepala Seksi Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Suparman, serta wakil Bapedalda Kiagus Rosali dan Safrial. (ays).Share
Cut and Fill Jadi Pemicu Banjir di Batam
- Selasa, 07 May 2013 00:00





