Rabu06192013

Last update12:00:00 AM

Back Batam 702 Pangkalan Gas 3 Kg di Batam Tak Terdaftar

702 Pangkalan Gas 3 Kg di Batam Tak Terdaftar

BATAM CENTER (HK) - Dari 1331 pangkalan tabung gas 3 kilogram yang tersebar di Kota Batam hanyak 629 pangkalan yang terdaftar di Disperindag-ESDM Kota Batam. Untuk mendata kembali pangkalan yang tidak terdaftar itu, Disperindag-ESDM menurunkan 52 petugas ke lapangan.
Kepala Disperindag-ESDM Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan, berdasarkan data yang dimilikinya hanya 629 pangkalan yang terdaftar dan mendapatkan rekomendasi untuk menjual. Namun di lapangan saat ini telah ada sebanyak 1331 pangkalan yang menjual gas bersubsi tersebut.

Banyaknya bermunculan pangkalan gas 3 kg di Kota Batam tanpa mendapatkan rekomendasi dari Disperindag-ESDM Kota Batam, menurut dia, karena pihak pangkalan meminta bantuan dari pihak-pihak tertentu. Dan juga ada inisiatif dari agen dikarenakan pangkalan yang ada di daerah tersebut sudah tidak memadai lagi.

" Ada yang meminta bantuan dari pihak-pihak tertentu untuk membuka pangkalan dan ada juga yang merupakan inisiatif dari agen dikarenakan pangkalan yang ada sudah tidak memadai lagi sehingga dibutuhkan pangkalan tambahan. Dan ada juga yang dibentuk sendiri,"ungkapnya.

Menurut dia, pangkalan-pangkalan yang tidak tidak terdaftar tersebut tetap mendapatkan pasokan dari agen-agen yang ada. Untuk mendapatkan data yang pasti jumlah pangkalan dan juga kebutuhan rel di lapangan ia sudah membentuk tim internal Disperindag-ESDM Kota Batam yang berjumlah 52 orang.

" 52 orang ini disebar di 12 kecamatan di Batam. Mereka bertugas mendata dan menginfentarisir pangkalan di masing-masing wilayah kerjanya,"terangnya.

Masih Langka

Sementara itu di Sagulung dan Batuaji, sejumlah ibu rumah tangga masih kesulitan mendapatkan gas elpiji ukuran 3 kilogram. Meskipun pemerintah sudah mengawasi pendistribusian tabungan elpiji subsidi dari agen sampai ke pangkalan, tapi tetap saja ada oknum yang memanfaatkan situasi dengan menaikan harga.

Seperti di Kavling Pelopor dan kavling Seroja, Kecamatan Sagulung. Di kawasan ini, satu tabung gas elpiji dijual mulai dari Rp20 ribu hingga Rp30 ribu.

" Kami ambil dari agen saja Rp18 ribu. Lalu dijual dengan harga Rp20 ribu. Orang yang ngantar gas elpiji itu memang mematok harga segitu dan kalau kami tidak mau akan dijual ke tempat lain," ujar salah satu pekerja pangkalan gas elpiji di kavling Pelopor Dapur 12 yang tidak mau disebutkan namanya.

Ia mengaku meski pemerintah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) dan ESDM Kota Batam telah membentuk tim untuk mengawasi pendistribusian sampai ke pangkalan. Tetap saja masih banyak oknum-oknum yang bermain menaikan harga dengan alasan kouta tidak cukup.

" Mau tidak mau kami terpaksa beli elpiji dengan harga tinggi. Kalau tidak maka elpiji jadi langka," ujarnya.

Hal serupa yang dialami Jazi warga Batuaji. Ia mengatakan sampai saat ini gas elpiji masih tetap langka dan sulit mendapatkannya. Kalaupun membeli gas elpiji ke pangkalan pada saat kosong, harganya bisa bervariasi mulai dari harga Rp 18 ribu hingga Rp 20 ribu.

DM Chandara pangkalan gas elpiji di Sagulung lainnya mengaku meski mendapat pengawasan langsung dari Disprindag dan ESDM, Hiswanamigas dan, agen terhadap pendistribusian gas elpiji 3 kg sampai ke pangkalan, masih ada oknum-oknum yang menfaatkan situasi kelangkaan dengan menjual harga yang mahal.

"Mau tidak mau, pangkalan terpaksa menjual dengan harga tinggi. Sampai saat ini di pangkalan kami masih normal dan harga yang dijual ke masyarakat Rp 15 ribu (Cw71/jua).

Share