BINTAN (HK) - Wakil Menteri Senior Menteri Luar Negeri Singapura, Masagos Zulkifli menilai Provinsi Kepri kurang melakukan promosi keluar negeri. Akibatnya investasi di provinsi ini menjadi lamban dan kurang berkembang.
Padahal kata dia, potensi investasi di Provinsi Kepri ini cukup besar untuk menarik investor masuk. Salah satunya memiliki lahan yang masih luas dan tenaga kerja yang mudah dilatih untuk menjadi pekerja profesional.
"Penyebab utama lambannya peningkatan investasi di Kepri karena kurangnya promosi di luar negeri. Seperti untuk kawasan industri di Lobam itu sebenarnya sangat menjanjikan, tapi karena kurang promosi jadi kurang berkembang signifikan" ujar Masagos saat melakukan kunjungan ke Bintan, Rabu (27/3).
Masagos saat itu didampingi Duta Besar Singapura untuk Indonesia Anil Kumar Nayar, menyatakan niat Pemerintah Singapura akan menawarkan bantuan pelatihan kepada pegawai pemerintahan di Kepri yang disebut dengan Singapore Cooperation Programme (SCP). Pelatihan yang ditawarkan ini, berupa tata kota, pengelolaan air dan pengelolaan pelabuhan.
"Untuk ketiga hal di SCP ini Pemerintah Singapura sudah terkenal keunggulannya," katanya.
Sementara Gubernur Kepri HM Sani dan Wakil Bupati Bintan saat menyambut kedatangan rombongan dari Singapura ini mengapresiasi atas kunjungan para pejabat negara tersebut. Diharapkan dengan kunjungan ini dapat meyakinkan kembali investor Singapura untuk berinvestasi di Bintan, baik dalam bidang manufaktur maupun pariwisata.
"Kita berharap kunjungan ini dapat meyakinkan kembali investor Singapura untuk berinvestasi di daerah kita ini. Karena investor asal Singapura merupakan investor terbesar," kata Khazalik. Sedangkan tawaran pelatihan berupa SCP, pemerintah daerah akan menjadwalkan ulang menentukan waktu yang tepat.
Pada kesempatan itu, Senior Liasion Manager PT Bintan Inti Industrial Estate, juga sebagai Ketua Apindo Bintan, Jamin Hidayat mengatakan promosi harus dilakukan bersama antara pemerintah dan pengusaha secara komprehensif.
"Sebagai pengusaha kita sudah berusaha maksimal untuk menarik investor melalui perusahaan marketing kita seperti International Leisure, maupun perusahaan lainnya. Namun yang tidak kalah penting adalah kerjasama komprehensif antara Pemerintah dengan pengusaha. Sehingga tekad menarik investor bukan sekedar retorika," kata Jamin.
Kepala BPMPD Bintan, Mardiah menggakui bila hal tersebut merupakan salah satu faktor. Namun demikian pihaknya sudah semaksimal mungkin mempromosikan potensi Bintan. "kedepannya kita akan lebih maksimal lagi," katanya. (rof)
- Seri Kuala Lobam Juara Umum STQ V Bintan
- Mulai Juni, Transaksi di Lagoi Bintan Pakai Rupiah
- Pulau Koyang Bintan Kembali Dikoyak Penambangan Bauksit
- Pengrajin Bintan Dilatih Kerajinan Tangan
- Dua Sektor Andalan Ekonomi Bintan
- Enam Anggota DPRD Bintan Bakal Mundur
- Anna Tairas Bermalam di Bintan
- Humas Bintan Silahturahmi dengan Media




