Menurut Kepala Dishub Bintan, Karya Harmawan sewaktu dihubungi mengatakan portal tersebut ditabrak oleh orang yang tidak bertanggungjawab, dan kejadiannya itu pada malam hari.
"Dishub sedang mengusahakan untuk menegakkan kembali tiang tersebut," kata Karya, Senin (1/4).
Untuk itu Dishub kata Karya sudah mengadakan koordinasi dengan pihak kepolisian. Dan mengajukan pembuatan pos penjagaan di sekitar portal Dishub tersebut.
Geliat bisnis ekspedisi yang meningkat tajam di Bintan dan Tanjungpinang semenjak adanya kapal roll on roll off (roro) Telaga Punggur, Batam-Tanjunguban telah menjadikan lalu lintas lori ekspedisi dengan tonase overload melewati jalan lintas barat baru di aspal cepat rusak.
Hal ini akibat tonase berlebih yang dapat merusak jalan tersebut. Untuk mencegah kerusakan jalan lebih parah, Dishub sengaja memasang dua portal pembatas tinggi muatan. Portal pertama di Simpang Selat Bintan, kedua di Simpang Ekang Anculai.
Portal di Simpang Selat Bintan tidak berfungsi karena lori dengan muatan overload tetap bisa melewati portal dengan melalui jalan tikus, sehingga tanpa perlu melalui portal.
Sedangkan portal kedua di Simpang Ekang Anculai yang saat ini dirobohkan orang tak dikenal (OTK).(rof)
- PAD Bintan Utara Capai Rp90 M
- Puluhan Pendekar Pagar Nusa Bintan Naik Tingkat
- Bintan Promosi Produk Pangan ke Malaysia
- Pulau Koyang Terancam Tenggelam
- Perusahaan Wajib Bayar Tunjangan Makan
- Penegak Hukum Harus Bertindak
- Peran Perempuan Melalui Jambore PKK di Bintan
- Aktivitas RoRo di Tanjunguban Lumpuh 3 Jam




