Perkawinan
Kira-kira pukul dua tetamu yang banyak itu pulanglah ke rumah masing-masing, yang dari Padang Panjang telah kembali ke Padang Panjang. Tidak juga dapat dilupakan bahwa di antara pengantar itu terdapat Muluk, sahabat karib Zainuddin.
Setelah tetamu-tetamu itu pulang, atas permintaan pihak yang perempuan, maka kedua pengantin muda itu dipersandingkan oranglah. Karena demikian adat yang terpakai. Setelah bersanding beberapa lamanya, keduanya dipersilahkan masuk peraduan.
Jika pada malam itu hari gembira yang paling besar dalam kehidupan Hayati dan Aziz, adalah di Silaing Padang Panjang Zainuddin sedang tidur sambil merintih, menarik nafas panjang dan mengeluh.
Sampai sesiang-siang hari, matanya haram tak tidur, pikirannya hanya melayang ke Batipuh. Banyak yang terbayang-bayang dalam pikirannya.
Setelah hari hampir siang mata Zainuddin belum juga tidur, datanglah Muluk.
"Bang Mulukkah itu?," tanya Zainuddin dari kamarnya.
Pintu dibukakannya; sebelum Muluk sempat duduk di kursi, Zainuddin terus bertanya,"Apa kabar?"
"Telah langsung perkawinan orang itu!"
Mendengar perkataan itu lemah sendi tulang Zainuddin, lampu dinding yang terpegang di tangannya hampir terlepas. Dia masuk kembali ke dalam kamarnya, duduk menghadapi meja kecilnya sambil melepaskan air mata yang telah tertahan, dua patah perkataan yang dapat melepaskan segala perasaan hati, keluarlah dari mulutnya,"Ah...nasib!"
Sepagi itu Zainuddin tak dapat keluar lagi dari kamarnya, dia demam. Kian lama kian paksa. Yang duduk di kiri kanannya hanyalah Muluk dan ibunya. Makan dia tak mau, air seteguk pun sukar melakukan, sebab dia tak ingat akan dirinya.
Dukun-dukun telah dipanggilkan. Macam-macam pendapat mereka: kena hantu, kena pekasih, kena tuju paramayo, kena tuju senang meranda, dan lain-lain penyakit. Apalagi setelah sakitnya lebih dari sepuluh hari, kerap dia menggigau (bertutur sendiri) dalam tidurnya. Menyebut ayahnya, bundany, Mak Base, Batipuh, kawin Aziz. Dan yang paling banyak menjadi buah tuturnya adalah Hayati. ***
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (95)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (94)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (93)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (92)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (91)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (90)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (89)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (88)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (87)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (86)