Jiwa Pengarang
Ketika diketahuinya bahwa di kota itu ada perkumpulan anak-anak Sumatera yang bekerja memburuh atau di tempat-tempat yang lain, sudi pula dia memasuki perkumpulan itu. Segala iuran diisinya, kadang-kadang lebih daripada yang dibayar orang lain. Karena demikianlah ahli seni, tak peduli kepada uang. Karena kekayaan yang sangat dicita-cita oleh ahli seni bukan kekayaan uang, tetapi kekayaan bahagia, kekayaan alam yang tercurah ke dalam kalbunya. Seorang ahli gambar, kalau gambarnya laku dan dibeli oleh sebuah kantor yang mengumpulkan barang-barang seni dan diletakkan di sana, maka di waktu perutnya lapar dan uangnya habis, merasa kenyanglah dia, jika dia pergi pula kembali ke dekat gambar itu, melihat rupa dan wajah orang-orang yang lalu lintas di hadapan gambar itu. Seorang pengarang buku, walaup bagaimanapun putus asa hidupnya, kalau pada suatu hari dilihatnya orang sedang membaca buku itu dengan asyiknya, dia lupa kepayahan dan keputusasaannya itu.
Karena kemuliaan budi dan kebaikan hatinya, yang tiada suka mengganggu orang lain, lagi suka menghormati pikiran orang lain, dalam sedikit masa pula, namanya telah harum dalam perkumpulan "Anak Sumatera" itu. Sehingga tidak berapa lama kemudian, atas anjurannya sendiri didirikan suatu perkumpulan tonil dengan nama "Andalas", nama asli Pulau Sumatera.
Namanya kian lama kian harum, pencahariannya pun maju. Dia termasyhur dengan nama samaran letter "Z", pengarang hikayat, regisseur dari perkumpulan sandiwara "Andalas"...
Demikianlah ilham yang dibawa oleh cinta yang suci. Cinta yang suci adalah laksana setetes embun yang turun dari langit ke atas bumi Allah ini. Jika sekiranya bumi yang menerimanya itu subur, maka tumbuhlah di atasnya beaneka warna bunga-bungaan yang harum semerbak. Menanamkan damai, aman, sentosa, insaf. rasa percaya kepada diri sendiri. Dalam hal yang begini, embun "cinta" yang setetes itu membawa manusia yang dititiknya ke maya pada yang mulia. Tetapi jika dia jatuh ke bumi yang tak subur, yang tandus dan penuh batu-batu, tidak ada yang akan tumbuh di sana, lian dari sirih memanjat btu, kuning daunnya lemah gagangnya. ***
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (108)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (107)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (105)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (104)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (103)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (102)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (101)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (100)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (99)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (98)