Saturday, Dec 10th

Last update10:00:00 AM GMT

You are here: Cerita Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (115)

Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (115)

Klub Anak Sumatra

Undangan itu disertai pula dengan sepucuk surat tersendiri dari Pengurus Klub. Demikian bunyinya:
Tuan Aziz yang terhormat!

Dari beberapa anggota perkumpulan kita "Klub Anak Sumatra", kami beroleh kabar, bahwa telah tiga bulan Tuan pindah bekerja di kota Surabaya ini. Setelah sampai kabar itu kepada kami, inginlah kami hendak berkenalan.

Kami percaya sungguh bahwa dalam gerakan sosial seperti ini, Tuan beserta istri tidak akan ketinggalan, terutama pula, klub kita - sebagaimana tersebut dalam Anggaran Dasar yang kami kirimkan beserta ini- adalah medan pertemuan silaturrahmi diantara kita anak-anak Sumatra yang hidup di rantau ini.

Kami ambillah peluang ini, yakni nanti malam di Klub akan dipertunjukan suatu ceritatonil terdiri dari lima babak, karangan pujangga muda kita, Tuan Shabir yang masyhur dengan nama samaran penulis "Z" yang telah menerbitkan buku-buku cerita yang masyhur itu.

Pertunjukan hikayat karangan Tuan itu nanti, dia sendiri yang akan memimpinnya (regisseur-nya), sehingga jalan cerita tentu saja akan cocok dengan cita-cita pengarang, Dana kalau pertunjukan ini berhasil baik, maka hasilnya akan didermakan untuk "studiefonds" yang baru pula kita dirikan.

Berharap sangat kami supaya tuan sudi datang bersama istri, sebagai langkah pertama dari perkenalan kita seterusnya.
Aassalam
Atas nama pengurus "Klub Anak Sumatra"
Ketua (tidak terbaca)
Penulis (idem)

Surat-surat itu sehabis dibacanya, mula-mula hendak dilipatnya saja. Tetapi seketika diletakannya, Hayati mengambil dan dibacanya pula. Di akhirnya dia berkata,"Bawa adinda sekali ini, Kanda?"***