Rumah Tangga
Dia hendak tahu, hanya semata-mata untuk menimbulkan pengharapan, bahwa dirinya masih berhak hidup, mengecap udara yang nyaman dalam dunia ini.
Tetapi sudah payah, sudah lelah dia mencari, walaupun dalam sindir kata, atau dalam gendeng matam atau dalam lagak lagu Zainuddin, semuanya tak bertemu...dalam laksana dalamnya lautan.
Dua kali Zainuddin ziarah Zainuddin ke rumah Hayati, yang kebetulan Aziz tak di rumah. Dianggukannya kepalanya kepada Hayati, tetapi dia tak mau masuk, hanya berjanji akan datang kelak bila Aziz telah kembali.
Dahulu masih ada kepercayaan Hayati mengirim surat mengadukan halnya dan menumpahkan perasaan hatinya kepada Khadijah, tetapi akhirnya dia undurkan diri, karena dia telah tahu bahwa Khadijah berpihak kepada Saudaranya jua.
Hati Zainuddin
Nama Zainuddin telah masyhur. Dalam segala kalangan di Surabaya, dia telah tenama. Menjalar ke seluruh Tanah Jawa, dan lebih lekas lagi tersiarnya nama penulis "Z" di seluruh Indonesia. Banyak dia menerima surat-surat pujian, banyak pula tetamu ternama yang telah ziarah ke rumahnya, memuji karangannya yang baru, menyanjung tonilnya. Demikian juga juga penduduk Mengkasar, telah banyak yang tahu bahwa penulis "Z" itu adalah potongan dari Zainuddin yang sekarang terkenal dengan nama Shabir, artinya penyabar. Mengkasar bangga dengan dia.
Demikian penuh kehormatan yang ditaruhkan orang ke atas diri pengarang muda itu. Orang pun heran, dia pandai benar menceritakan nasib orang-orang yang sengsara, padahal kalau dilihat keadaan hidupnya tiap hari, gembira dalam pergaulan, serasa tak dapat dicocokan karangan-karangannya dengan keadaan dirinya. Cuma manusia tang tahu, bahwa pengarang yang di muka umum menunjukan gembira dan seyumnya yang menarik hati itu, adalah seorang yang bila hari telah malam, bila penduduk kota sudah mulai pulang ke rumah masing-masing, bila suara kendaraan telah sepi, dia duduk seorang diri di dalam kamar tulisnya. Kadang-kadang dia menulis hikayat, tetapu banyak pula dia bermenung saja, sekali-kali diambilnya biolanya, dilagukannya lagu-lagu sedih, atau dia bernyanyi dengan lagu-lagu yang merawankan hati dari lereng-lereng Gunung Singgalang. ***
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (133)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (132)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (131)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (130)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (129)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (128)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (127)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (126)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (125)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (124)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (122)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (121)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (120)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (119)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (117)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (116)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (115)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (114)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (113)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (112)