Dekat, Tetapi Berjauhan
Dia terima vonis itu dengan hati yang penuh teguh. Tetapi setelah itu terdengar olehnya bahwa perempuan itu telah kawin, dia jatuh sakit, hampir dua bulan lamanya. Selama sakit itu yang jadi buah tuturnya hanya perempuan itu saja..." "Sudahlah, sudahlah Bang Muluk...jangan diteruskan juga cerita itu..."
"Tidak Encik, biar saya teruskan. Apa yang kejadian sesudah sakitnya tak usah saya ceritakan. Melainkan kami berangkat ke Tanah Jawa ini, menghilangkan diri. Karena di masa sehabis sakit itu hampir dia membunuh diri. Saya dapati dia hendak menghamburi Batang Anai yang deras airnya itu. Itulah sebab saya ikut dia berangkat ke Tanah Jawa ini. Kerap kali dia berkata kepadaku, Encik,"Bang Muluk! Semua sukar atas diriku, hatta mati sekalipun..."
Sekarang dia masyhur, memang...karena yang dijalinnya menjadi hikayat, menjadi syair menjadi tonil, semua adalah penderitaannya sendiri, air matanya, bahkan kadang-kadang darahnya. Itulah sebab saya katakan, dia beruntung hanya kelihatan oleh orang luar. Pada batinnya dia seorang yang melarat.
Itulah sebabnya pula dia menjadi seorang yang pengasih penyayang, menjadi seorang yang belas kasihan. Dia selalu suka membantu orang yang melarat, karena sebenarnya dia seorang melarat. Kerap kali datang kepadanya anak-anak muda yang kekurangan ongkos buat kawin, meminta bantu kepadanya, dia keluarkan uang secukupnya untuk upacara itu. Karena katanya, "Saya merasai sendiri bagaimana pengaruhnya atas diri saya lantaran maksud tak sampai, biarlah anak muda itu tidak menanggung apa yang pernah saya tanggung"
"...Encik,...sebetulnya Engku Zainuddin masih tetap cinta kepada Encik. Tetapi sebagai seorang budiman dihormatinya Encik sebagai istri dari orang yang telah mengaku sahabatnya, meskipun orang itu pernah mengecewakan hidupnya. Bukan main terharu hatinya ketika dia ketahui kesengsaraan Encik bergaul dengan suami Encik."***
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (145)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (144)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (143)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (142)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (141)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (140)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (139)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (138)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (137)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (136)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (134)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (133)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (132)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (131)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (130)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (129)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (128)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (127)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (126)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (125)