Saturday, Jun 23rd

Last update10:00:00 AM GMT

You are here: Cerita Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (136)

Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (136)

Dekat, Tetapi Berjauhan
"Encik dilarangnya masuk ke dalam kamarnya...Marilah saya bawa Encik ke sana, kita saksikan apa yang ada di dalam, sedang dia tak ada ini."

Maka Muluk pun berdiri dari kursinya, diajaknya Hayati melangkah ke kamar tulis itu. Dibukanya dengan kunci yan terpegang di tangannya. Diterangkannya lampu. Tiba-tiba kelihatanlah di dinding beberapa gambar, yang diambil dari omslag buku-buku yang dikarangnya. Satu diantaranya ialah omslag buku Terusir yang menyebabkan namanya telah sangat termasyhur. Dan ada beberapa gambar lain.

Warna kamar itu muram saja, tetapi bersih dan kokoh. Di dekat jendela yang menghadap ke beranda muka yang ditumbuhi oleh pohon-pohon palem, ada sebuah meja tulis yang cantik. Disamping itu ada sebuah bangku, tempat Zainuddin berbaring dan beristirahat bila payah mengarang. Tersandar ke dinding sebuah almari kitan, yang dipenuhi oleh kitab kesusastraan asing, baik Belanda, baik Inggris, dan apalagi kesusastraan Aran yang berjilid-jilid. Sebelah ke atas terletak kitab-kitab al-afgani, al-Abdul Farid,, Tarikh Ibnu Khaldun, dan kitab Ihya Ulumuddin. Di bawahnya berderet Winkler Prins Encyclopaedie, yang berjilid-jilid pula. Di tentang almari itu terletak sebuah gambar besar, tetapi ditutup dengan sutra hijau, sehingga tak kelihatan siapakah yang tergambar disana.

"ENcik Hayati!" kata Muluk memecah tercengang Hayati dalam kamari itu. "Disinilah anak muda yang malang itu selalu menyadari nasibnya. Tetapi disinilah sumber kemasyhurannya dalam kalangan kesusastraan bangsa kita yang mulai tumbuh ini..."

"Kalau begini indahnya kamar ini, mengapa saya dilarang masuk?" tanya Hayati.

"Inilah sebabnya," kata Muluk, sambil mengambil sebuah tongkat, berulukan gading, dari kemuning tua bikinan Donggala, kiriman kepala kampung disana yang tertarik dengan karangan-karangan Zainuddin."Inilah sebabnya," sambil menghindarkan tutup sutra yang melindungi gambar di atas lemari kitab itu. Kiranya...gambar Hayati yang telah diperbesar. Gambar Hayati semasa masih gadis. Di bawah gambar itu tertulis:"Permataku yang hilang".***


Newer news items:
Older news items: