Saturday, Jun 23rd

Last update10:00:00 AM GMT

You are here: Cerita Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (137)

Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (137)

Dekat, Tetapi Berjauhan

Hayati terkejut melihat gambar itu, wajahnya pucat, terlompat dari mulutnya perkataan,"O, Bang Muluk! Rupanya dia masih ingat akan daku!""Ingat, dan selamanya dia tidak akan lupa. Tetapi...Hayati yang dicintainya itu telah hilang."

"Dia masih ada Abang, ini dia!" "Hayati yang dicintainya tidak ada lagi, telah mati. Semangat Zainuddin telah dibawanya bersama-sama ke kuburnya. Hayati yang menumpang di rumahnya sekarang, ialah sahabatnya, istri pula dari sahabatnya.

Dengan langkah yang bagaikan jatuh, Hayati keluar dari kamar itu, kembali ke kamarnya sendiri, menghempaskan kepadanya yang mungil ke atas bantal.
Pada saat itu tahulah dia sudah, bahwa Zainuddin masih tetap cinta akan dia. Cinta yang tak pernah padam, melainkan jadi pelita di dalam perjuangan hidupnya, meskipun mereka telah terbatas buat selama-lamanya.

Demikianlah Hayati tidur di kamar itu. Kedengaran olehnya tiap-tiap jam berbunyi, kedengaran pula langkah Zainuddin pulang tengah malam; sampai akhirnya bunyi kokok ayam berderai-derai, alamat hari'kan siang...

Surat Cerai
Saudaraku Zainuddin
Dengan perasaan sangat duka, kota Surabaya saya tinggalkan. Amat besar malu yang saya pikul di hadapan umum. Sengaja saya pergi ke Banyuwangi ini ialah hendak mencari pekerjaan. Tetapi pekerjaan belum juga dapat. Saya tahu sudah, bahwa semua adalah pembalasan Tuhan yang harus saya tanggungkan.
Dosa saya terlalu besar terhadap kepada diri sendiri. Kuncup pengharapan Saudara yang mulai akan mekar, saya patahkan, saya rebut Hayati dari tangan Saudara, padahal saya tahu ketika itu bahwa Saudara sangat cinta akan dia, dan dia pun mengharapkan akan bersuamikan Saudara.
Saya pengaruhi keluarganya dengan uang, dengan turunan. Saya hinakan Saudara di hadapan mereka. Saya tidak insaf bahwasanya panas akan berganti juga dengan hujan, bahwasanya kehidupan ini adalah laksana roda pedati, turun naik silih berganti. Saya tidak insaf bahwa saya kelak akan mengemis kepada orang yang pernah saya hinakan. ***


Newer news items:
Older news items: