Surat Cerai
Memang setelah saya kawin dengan Hayati, saya berbesar hati beberapa bulan lamanya, lantaran cita-cita saya telah sampai; kembang mekar di Batipuh telah saya petik. Tetapi kemudian pergaulan kami nyata tak sesuai, sebab dia seorang perempuan yang tinggi budi, padahal saya seorang yang rendah. Sangka saya tidak akan sampai nyata balasan Tuhan ke atas diri saya. Saya telah jatuh terlalu dalam ke lurah perjudian, tiba-tiba bertemu saya di kota Surabaya yangs seramai itu dengan orang yang telah pernah saya kecewakan hatinya, saya hinakan, saya pandang rendah. Bertemu oleh saya dalam keadaan yang tidak saya sangka-sangka. Telah naik gengsi dan derajatnya, padahal saya jatuh ke bawah. Saya harus telan menelan kepahitan malu, kepahitan pembalasan Ilahi yang begitu terang dan nyata. Sekarang saya telah insaf akan kejadian itu.
Sekarang saya sudah menetapkan hukuman atas diri orang yang bersalah sekian besar. Saya mesti mencabut jiwanya, supaya dia lekas tersingkir. Maka sebelum itu, dengan surat ini saya berterus terang, bahwa Hayati saya kembalikan ke tangan Saudara, dia saya lepaskan, tidak dalam ikatan lagi. Saya merasa hanya inilah sedikit pembalas budi kepada tuan-tuan keduanya dari saya yang hina.
Saya kembalikan Hayati ke tangan Saudara, karena memang Saudaralah yang lebih berhak atas dirinya. Hampir dua tahun kami bergaul, ternyata pergaulan kami tidak cocok, karena dia saya dapat dengan jalan tipuan, meskipun berkulit nikah kawin. Akan lebih beruntung Saudara mendapat dia, sebab dia seorang perempuan yang amat tinggi budinya. Dan dia pun akan lebih puas beroleh suami yang cocok dengan aliran jiwanya. Adapun saya sendiri telah menetapkan vonis atas diri saya.
Tak perlu Saudara hiraukan bagaimana kesudahan dari kehidupan saya. Karena kehilangan orang yang sebagai saya ini dalam masyarakat, belumlah akan sebagai kepecahan telor ayam sebuah.
Maafkan dosaku lahir batin.
Aziz
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (148)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (147)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (146)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (145)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (144)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (143)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (142)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (141)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (140)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (139)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (137)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (136)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (135)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (134)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (133)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (132)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (131)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (130)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (129)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (128)