Air Mata Penghabisan
Zainuddin sedang termenung di dalam kamar tulisnya membolak balik surat yang diterimanya itu serta memandang surat kabar tersebut dengan hati yang sangat terharu. Tiba-tiba Hayati masuklah ke dala memberanikan dirinya.
"Duduklah!", kata Zainuddin.
Hayati pun duduk di sebuah kursi berhadap-hadapan dengan Zainuddin, muka perempuan muda itu muram saja kelihatan.
"Adakah surat dari suamiku?," tanya Hayati.
"Ada!"
"Saya pun menerima pula, inilah dia," katanya lalu diberikannya surat itu ke tangan Zainuddin.
Lama sekali kamar itu hening saja, tak sepatah perkataan pun yang keluar dari mulut kedua anak muda itu. Akhirnya barulah Hayati berkata,"Apa akal saya lagi, Engku Zainuddin?"
"Ya, apakah akal kita lagi?" tanyanya pula sambil menggeleng-gelengkan kepala.
"Saya akan berkata terus terang kepadamu, saya akan panggilkan kembali namamu sebagaimana dahulu pernah saya panggilkan, Zainuddin! Saya akan sudi menanggungkan segenap cobaan yang menimpa diriku itu, asal engkau sudi memaafkan segenap kesalahanku."
Pucat wajah Zainuddin mendengarkan perkataan itu. Tiba-tiba diangkatnya kepalanya dan dilihatnya Hayati dengan mata yang gagah, "Maaf?" kau regas, segenap pucuk pengharapanku kau patahkan, kau minta maaf?"
Terkerjut bagai ditembak halilintar Hayati mendengarkan perkataan itu. Tidak disangka-sangkanya Zainuddin akan menjawab demikian, padahal dia telah menerima berita yang sahih dari Muluk.
"Mengapa engkau menjawab sekejam itu kepadaku, Zainuddin? Lekas sekalikah pupus dari hatimu keadaan kita? Jangan kau jatuhkan kepadaku hukuman yang begitu ngeri! Kasihanilah seorang perempuan yang ditimpa celaka berganti-ganti ini."***
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (151)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (150)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (149)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (148)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (147)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (146)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (145)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (144)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (143)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (142)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (140)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (139)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (138)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (137)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (136)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (135)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (134)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (133)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (132)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (131)