Pulang
Seketika dia akan turun, dengan rupa yang sangat terharu Muluk mendekati Hayati, yang sedang tegak melihat pelabuhan Surabaya yang ramai itu di tepi dek.
Air matanya kelihatan jatuh berlinang.
"Hayati!," kata Muluk. "Sebenarnya tak sampai hatiku hendak melepas engkau berlayar seorang diri. Saya pun telah ingin pula hendak pulang ke kampung. Tetapi apakah akan dayaku, keadaan belum mengizinkan. Sebab itu, berilah saya maaf, dan janganlah kau terlalu berkecil hati."
Lama sekali Hayati baru dapat menjawab perkataan Muluk, lantaran air matanya terus bercucuran bagai hujan lebat. Dengan tangis terisak-isak baru dapat dia berkata,"Sampai hati betul Zainuddin menyuruhku pulang, Bang Muluk..."
"Kuatkan hatimu, hari perempuan muda! Jangan Tuhan kau lupakan, Dia senantiasa sayang akan hamba-Nya!"
"Insya Allah, Bang Muluk!"
"Sekarang saya turun, dan...selamat berlayar!"
"Se...lamat...tinggal!"
Seketika Muluk akan membelakangi dan akan turun lagi, dipanggilnya kembali,"Bang Muluk! Tolong sampaikan suratku ini kepada Zainuddin, dan tolong katakan pula kepadanya, sampai kepada saat akan berpisah itu, Hayati masih ingat akan dia!"
Dengan menarik nafas panjang, surat itu disambut oleh Muluk, dan dia pun turunlah ke bawah dengan langkah yang bagaikan jatuh. Sampai sehilang-hilangnya masih diturutkan oleh Hayati dengan matanya yang telah merah lantaran menangis tak berhenti-hentinya itu.
Pukul 9 malam kapal itupun berlayarlah menuju Semarang. Penumpang-penumpang dalam kapal tersebut terdiri dari seorang gezagvoerder (kapitan), sebelas opsir, seorang markonis, seorang hofneester, lima klerk, 80 orang pegawai-pegawai Indonesia, kuli-kuli dan kelasi. ***
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (157)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (156)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (155)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (154)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (153)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (152)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (151)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (150)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (149)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (148)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (146)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (145)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (144)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (143)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (142)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (141)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (140)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (139)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (138)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (137)