Saturday, Jun 23rd

Last update10:00:00 AM GMT

You are here: Cerita Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (149)

Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (149)

Surat Hayati Yang Penghabisan

Muka Muluk merah mendengar perkataan Zainuddin itu.

Dengan gugup dia berkata,"Saya tak mengerti dengan perangai Guru! Selama ini Guru meratap, menangis, bersedih, bersedu mengenang Hayati.

Sekarang setelah diluangkan Tuhan kesempatan pertemuan yang sah di antara Guru dengan dia, guru hukum dia dengan satu hukuman, yang usahkan terbit dari seorang laki-laki yang bercinta dan berbudi, dari hakim yang zalim sekalipun, tidak akan ada hukuman sebagai demikian itu.

Sekarang setelah dia pergi, baru Guru mengatakan bahwa Guru tetap cinta akan dia! Guru jangan marah, jika saya katakan perangai Buru masih serupa dengan perangai anak-anak."

"Ya, Bang Muluk! Saya sudah salah, hati dendam saya dahulkan, dari ketentraman cinta. Terus terang saya katakan, kalau tidak ada lagi Hayati disini, saya akan sengsara, terus!"
"Dia pun demikian! Berta betul langkahnya hendak meninggalkan rumah ini. Sampai ketika akan berangkat masih disuruh sampaikan kepada Guru, bahwasanya nama Gurulah yang akan menjadi sabutan di manapun dia. Inilah surat yang disuruhkannya berikan!"
Zainuddin membuka surat itu dengan perhatian dan dibacanya:

Pergantungan Jiwaku, Zainuddin!

Kemana langit tempatku bernaung, setelah engkau hilang pula dariku, Zainuddin. Apakah artinya hidup ini bagiku kalau engkau pun telah memupus namaku dari hatimu!
Sungguh besar sekali harapanku hendak hidup di dekatmu, akan berkhidmat kepadamu dengan segenap daya dan upaya, supaya mimpi yang telah engkau rekatkan sekian lamanya bisa makbul. Supaya dapat segala kesalahan yang besar-besar yang telah kuperbuat terhadap dirimu saya tebusi.

Tetapi cita-cita itu tinggal selamanya menjadi cita-cita, sebab engkau sendiri yang menutupkan pintu di hadapanku; saya kau larang masuk, sebab engkau hendak mencurahkan segala dendam kesakitan yang telah sekian lama bersarang di dalam hatimu, yang selalu menghambat-hambat perasaan cinta yang suci. ***


Newer news items:
Older news items: