Saturday, Jun 23rd

Last update10:00:00 AM GMT

You are here: Cerita Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (150)

Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (150)

Surat Hayati Yang Penghabisan

Lantaran membalaskan dendam itu, engkau ambil suatu keputusan yang maha kejam, engkau renggutkan tali pengharapanku, padahal pada tali itu pula pengharapanmu sendiri bergantung.

Sebab itu percayalah Zainuddin, bahwa hukuman ini bukan mengenai diriku seorang, bukan ia menimpakan celaka kepadaku saja, tetapi kepada kita berdua. Karena saya percaya, bahwa engkau masih tetap cinta kepadaku.

Zainuddin! Kalau saya tak ada, hidupmu tidak juga akan beruntung, percayalah!
Di dalam jiwaku ada suatu kekayaan besar yang engkau sangat perlu kepadaku, dan kekayaan itu belum pernah kuberikan kepada orang lain, walaupun kepada Aziz, ialah kekayaan cinta. Saya tahu bahwa engkau kekurangan itu.

Saya merasa bahwa saya sanggup memberimu bahagia pada tiap-tiap saat hidupmu, yang tiada seorang perempuan agaknya yang sanggup menandingi saya di dalam alam ini dalam kesetiaan memegangnya, sebab sudah lebih dahulu digiling oleh sengsara dan kedukaan, dipupuk dengan air mata dan penderitaan. Dan sedianya engkau kabulkan, kalau sedianya engkau terima kedatanganku, saya pun tidak meminta upah dan balasan dari engkau.

Upah yang saya harapkan hanya dari dia, Allah Yang Maha Esa, supaya engkau diberinya bahagia, dihentikannya aliran air matamu yang telah mengalir sekian lama. Upahku yang kedua yang saya harapkan dariNya, hanyalah supaya saya dapat hidup dekatmu, laksana hidupnya sebatang rumput sarut di bawah lindungan pohon beringin dengan aman dan sentosa, dipuput oleh angin pagi yang lemah gemulai.

Zainuddin!...Mengapa engkau tak suka memaafkan kesalahanku? Demi Allah! Sudah insaf saya, bahwa tidak ada seorang pun yang pernah saya cintai di dalam alam ini, melainkan engkau seorang. Tidak pernah beroleh tenteram diriku setelah aku coba hidup dengan orang lain. Orang yang telah mengecewakan dirimu itu, yang sekarang telah insaf dan telah menghukum dirinya sendiri, meskipun dia sanggup memperoleh tubuhku, dia selamanya belum sanggup memperoleh hatiku. Karena hatiku telah untukmu sejak saya kenal akan dikau. ***


Newer news items:
Older news items: