Saturday, Jun 23rd

Last update10:00:00 AM GMT

You are here: Cerita Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (151)

Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (151)

Surat Hayati Yang Penghabisan

Kalau sedianya engkau maafkan kesalahanku, engkau lupakan kebebalan dan kecongkakan ninik mamakku, kalau...kalau sekiranya maafmu memberi izin mimpimu sendiri terkabul;

kalau sedianya semuanya itu kejadian, engkau akan beroleh seorang perempuan yang masih suci batinya, suci jiwanya, belum pernah disentuh orang lain, hatinya belum pernah dirampas orang, yang tidak ada bedanya dengan "Permatamu yang hilang", dan dengan gadis Batipuh yang engkau cintai dua dan tiga tahun yang lalu, yang gambarnya tergantung di kamar tulismu!

Piala kecintaan terletak di hadapan kita, penuh dengan madu hayat nikmat Ilahi. Air madu itu telah tersedia di dalamnya untuk kita minum berdua, biar isinya menjadi kering, dan setelah kering kita boleh pulang ke alam baka dengan wajah yang penuh senyuman, kita mati dengan bahagia sebagaimana hidup telah bahagia. Tiba-tiba dengan tak merasa kasihan, engkau sepakkan piala itu dengan kakimu, sehingga terjatuh, isinya tertumpah habis, pialanya pecah. Lantaran itu, baik saya atau engkau sendiri, meskipun akan masih tetap hidup, akan hidup bagai bayang-bayang layaknya. Dana kalau kita mati, kita akan menutup mata dengan penuh was-was dan penyesalan.

Apa sebab engkau begitu kejam, tak mau memberi maaf kesalahanku? Padahal telah lebih dahulu tertimpa-timpa azab sengsara ke atas diriku lantaran mungkirku! Kelihatan oleh matamu sendiri bagaimana saya dan suamiku mengemis di waktu kayamu, menumpang di rumahmu untuk memperlihatkan bagaimana sengsaraku lantaran tak bersuami engkau. Hilang...hilang semuanya. Hilang suami yang kusangka dalam memberiku bahagia. Hilang kesenangan dan mimpi yang kuharap-harapkan. Setelah semuanya itu kuderita, harus kudengar pula dari mulutmu sendiri kata penyesalan, membongkar kesalahan yang lama, yang memang sudah nyata kesalahan, yang oleh Tuhan sendiri pun kalau kita bertobat kepadaNya, walaupun bagaimana besar dosa, akan diampuni-Nya.***


Newer news items:
Older news items: