Saturday, Jun 23rd

Last update10:00:00 AM GMT

You are here: Cerita Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (157)

Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (157)

Taksi itu pun ditujukan ke kantor K.P.M., didapati manusia telah sangat ramai di sana, terutama bangsa Belanda, yang semuanya boleh dikatakan bermuka cemas menunggu kabar-kabar dari kapal yang tenggelam itu.

Beberapa saat lamanya disana, dari agen mendapatkan keterangan sepanjang tersebut di dalam kawat yang telah tersiar itu, hanya tambahnya, yang baru saja diterima dengan telepon dari Lamongan, menerangkan bahwa orang yang tenggelam, yang jiwanya masih dapat ditolong, telah banyak ditolong oleh penangkap-penangkap ikan di Pantai Brondong.

Yang luka-luka telah dibawa dengan pertolongan Asisten Wedana dan polisi di Brondong Lamongan, untuk diurus di rumah sakit di sana, sampai sembuh.**

Sebagai kilat layaknya, taksi itu telah dihadapkan menuju Lamongan, satu kabupaten di Jawa Timur. Lebih kurang dua jam telah sampai ke tempat itu. Didapati di sana sini orang berkerumun-kerumun, buah pembicaraan orang rupanya tak lain melainkan kapal yang karam itu saja.

Mereka teruskan perjalan ke rumah sakit, di sini pun kelihatan orang berkerumun-kerumun, lebih ramai dari yang tadi. Setelah mereka memberi keterangan bahwasanya mereka datang dari Surabaya hendak mencari keluarganya yang turut berlayar itu, mereka dibolehkan masuk.

Di kamar sakit, kelihatan orang-orang yang luka-luka ada yang enteng dan ada yang parah. Mereka teruskan ke tempat kaum perempuan. Kelihatan perempuan-perempuan yang sedang berbaring, anak-anak yang merintih diselenggarakan oleh juru rawat dengan sibuknya.

Oleh seorang juru rawat ditunjukan sebuah ranjang, yang di sana sedang terbaring seorang perempuan muda yang mukanya telah pucat...Hayati! - Kepalanya penuh dengan perban dan kakipun demikian pula...masih bernafas!***