Saturday, Jun 23rd

Last update10:00:00 AM GMT

You are here: Cerita Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (158)

Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (158)

Hayati telah dapat ditolong oleh beberapa penangkap ikan. Di dalam berita surat-surat kabar tersebut bahwa orang-orang yang tertolong oleh penangkap ikan Kaslibin dari Blimbing 53 prang, oleh Sratip 21 orang, oleh Trunorejo 22 orang, Marzuki 17 orang, Matwi 32 orang. Mana yang tidak luka dibolehkan terus ke Surabaya, dan mana yang luka dengan perintah Regen dan Asisten Residen, disuruh urus lebih dahulu di rumah sakit Lamongan, menunggu sembuhnya, atau menunggu keluarganya menjemput.

Dengan tafakur, Zainuddin berdiri di dekat tempat tidur itu bersama Muluk, menunggu di sakit bangun dari pingsannya, yang sejak tengah hari tadi, belum juga terbangun. Sedang mereka termenung melihatkan itu, mendekatkan seorang juru rawat perempuan kepada kedua orang itu, sambil berkata,"Agaknya Tuan yang bernama Zainuddin, bukan?"

"Ya, dimana nona tahu?" tanya Zainuddin pula.

"Ketika perempuan ini dibawa kemari, kepalanya yang berdarah diikatnya dengan selendangnya sendiri, ketika menukar selendang itu dengan perban, telah dapat dikeluarkan dari dalam gulungannya sebuah gambar, yang dibawahnya ada tertulis tanda tangan Tuan, Zainuddin."
Zainuddin menekurkan kepalanya, melihat roman si sakit dengan sepenuh-penuh cinta, di saat demikianlah telah olehnya bagaimana sebenarnya perasaan Hayati terhadap dirinya.

"Sabarlah, biar dia bangun sendiri," kata juru rawat itu pula.

"Adakah harapan akan hidup?" tanya Muluk.

"Siapakah yang dapat menentukan hidup mati orang?" jawab juru rawat itu pula. "Bukankah kita hanya berusaha?"***