Penutup
Setahun kemudian.
Oleh karena itu Zainuddin kurang sekali menerima tetamu sejak kematian Hayati, maka jaranglah teman-temannya yang dapat menemuinya.
Kabar berita tentang keadaan dirinya, atau sakit senangnya, tidaklah begitu diketahui orang lagi.
Tiba-tiba pada suatu hari di dalam surat-surat kabar yang terbit dalam kota Surabaya bertemu perkabaran:
"ZAINUDDIN PENGARANG YANG TERKENAL WAFAT"
"Pengarang muda yang terkenal itu, yang setelah sekian lama tidak kita baca lagi karangan-karangannya yang sangat halus dan meresap, kemarin malam telah meninggal dunia di rumahnya di Kaliasin. Dia telah dikuburkan di dekat seorang familinya perempuan yang meninggal karena kecelakaan Kapal Van Der Wijck tempo hari. Banyak teman dan sahabatnya yang mengantar ke kubur."
Beberapa orang pengarang surat-surat kabar telah datang berziarah ke rumah itu. Mereka dapati beberapa orang pemuda anak Sumatra dan beberapa perempuan tua tengah duduk dengan wajah muram, dan kelihatan juga Muluk. Maka wakil surat-surat kabar itu pun datanglah mendekatinya.
Sesudah takziah, mereka meneruskan kewajiban mereka menanyai Muluk tentang kematian orang yang telah berkali-kali menceritakan kesedihan dan kemelaratan orang lain, dan telah berulang-ulang mengobat ratap di fakir dan si miskin itu.
Muluk bercerita."Tidak disangka-sangka bahwa guruku, sahabatku dan orang yang paling kucinta itu akan selekas itu meninggalkan saya.
Kemarin malam, seketika dia akan masuk kamar tulisnya, dia berpesan menyuruh membangunkannya pagi-pagi. Tiba-tiba kira-kira pukul 3 malam, kedengaran dia merintih karena sakit. ***
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (162)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (161)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (160)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (159)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (158)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (157)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (156)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (155)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (154)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (153)