Penutup
"Saya heran," kata Muluk menyambung ceritanya, "apakah sebab guruku membuat wasiat semacam itu.
Apakah dia telah sengaja hendak mati, dengan membunuh diri.
Tetapi saya teringat, sehingga keheranan saya hilang, bahwa sejak mati Hayati, memang badannya sudah tidak sehat lagi. Kerap mulutnya terlanjur-lanjur saja menyebut mati. Dia mati dalam menulis akhir satu karangan. Di atas meja terletak tulisan yang penghabisan itu:
"...dan akan tercapai juga kemuliaan bangsaku,persatuan tanah airku. Hilang perasaan perbedaan dan kebencian dan tercapai keadilan dan bahagia."
Tiba di kalimat "bahagia" itu, sudah terhenti tulisannya dan tidak terang lagi apa ujungnya. Penanya terletak di atas kertas itu.
Sekarang, meskipun ada kekayaan ditinggalkannya, apalah gunanya bagiku. Padahal saya kehilangan dirinya, sahabatku, guruku, yang telah sekian lama kukenal kemuliaan dan kebersihan batinnya.
Buat apa lagi kekayaan benda itu.
Dia telah kukuburkan di dekat pusara orang yang menjadi angan-angannya selama hidupnya. Dan seketika hidupnya, kubur itu senantiasa dibelai dan diperbaikinya. Ke sana dia kerap kali bermenung. Di sana dia kukuburkan, karena di sana baru hatiku puas. Supaya kuburan dua sesaing itu dapat menjadi lukisan tamsil dan ibarat bagi orang yang datang kemudian."
Sekian cerita Muluk.
Demikian penghabisan kehidupan orang besar itu. Seorang di antara pembina yang menegakkan batu pertama dari kemuliaan bangsanya; yang hidup didesak dan dilamun oleh cinta. Dan sampai matinya pun dalam penuh cinta. Tetapi sesungguhnya dia meninggal, namun riwayat tanah air tidaklah akan dapat melupakan namanya dan tidaklah akan sanggup menghilangkan jasanya.
Karena demikian nasih tiap-tiap orang yang bercita-cita tinggi; kesenangan buat orang lain. Buat dirinya sendiri tidak.
Sesudah dia menutup mata, barulah orang akan insaf siapa sebetulnya dia...".
(selesai)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (164)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (163)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (162)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (161)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (160)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (159)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (158)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (157)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (156)
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk (155)