Selasa10242017

Last update05:00:00 AM

Back Ekonomi Bisnis Bisnis Gyproc Indonesia Bidik Market Gypsum Batam

Gyproc Indonesia Bidik Market Gypsum Batam

BATAM (HK) - PT Saint-Gobain Construction Product Indonesia (SGCPI), sebagai produsen papan gypsum berkualitas internasional dengan merek Gyproc, membidik Kota Batam sebagai pasar (market) penjualan gypsum setelah sukses di kota-kota besar lainnya di Indonesia.
Disampaikan oleh Managing Director PT SGCPI atau yang lebih dikenal dengan Gyproc Indonesia, Hantarman Budiono, keberadaan Batam sebagai Kota Industri memiliki tingkat penjualan properti yang stabil. Sehingga Batam masih menjadi incaran para investor lokal maupun asing untuk berinvestasi di Batam.

"Sektor properti di Kota Batam cukup stabil, ini membuka peluang bagi kami memperkenalkan teknologi terbaru dari Gyproc, yaitu drywall system. Inovasi terbaru sebagai penggati dinding konvensional dengan pengaplikasian yang mudah, efisien dan pengerjaan yang sangat cepat," ungkap Hantarman Budiono dalam diskusi dengan media mengenai teknologi drywall system dari Gyproc, di Aston Batam hotel dan residence, Batam, Kamis (28/9).

Dijelaskan, bahwa drywall system ini merupakan salah satu alternatif baru bagi masyarakat Indonesia untuk membangun atau merenovasi rumah. Didukung dengan divisi research & development (R&D;) yang mumpuni, papan gypsum Gyproc telah menciptakan berbagai inovasi produk revolusioner guna memenuhi kebutuhan pasar akan bahan bangunan berkualitas dan berstandar internasional.

Drywall system dari Gyproc atau disebut juga Gprall merupakan pilihan tepat untuk bangunan-bangunan di Indonesia, karena begitu banyak kelebihan yang dimiliki. Salah satunya adalah liebih efisien dalam pengaplikasian. Disebut drywall karena merupakan bentuk dari konstruksi kering yang tidak menggunakan batu-bata dan semen basah sebelum proses pengecatan.

Dengan sistem dinding kering ini, pengguna dapat mengurangi pemakaian air, mempercepat waktu konstruksi hingga 30 persen. tidak memerlukan proses penambalan, serta tidak menghasilkan banyak kotoran pada area kerja yang mampu mengurangi labor cost hingga 20-25 persen.

Ditambahkan oleh Marketing Director Saint-Gobain Construction Products Indonesia, Won Siew Yee, drywall menjadi solusi yang efektif, karena ramah lingkungan dan 100 persen dapat didaur ulang, serta dapat mengurangi potensi pemanasan global hingga 79 persen. Penggunaan energi utama hingga 67 persen dan mengurangi penggunaan air bersih hingga 81 persen.

Gyproc baru-baru ini meluncurkan inovasi produk lainnya, yaitu Habito dengan beberapa keiebihan, seperti lima kali lebih kuat daripada dinding gypsum standar, lebih tahan terhadap guncangan yang terus menerus, memiliki insulasi suara yang lebih balk, mudah dipasang, serta mampu menahan beban hingga 30 kg per titik pemasangan.

Selain Habito, ada pula Glasroc H, papan gypsum khusus untuk area basah. Selanjutnya ada XRoc yang merupakan papan gypsum bebas timbal dan anti radiasi sehingga tepat digunakan pada dinding ruangan X-Ray sebuah rumah sakit. Ada pula FireLine yang mampu menahan api hingga empat jam, ThermaLine yang mampu menjaga suhu udara stabil sehingga menghemat penggunaan pendingin udara, serta Activ’Air yang dapat menyaring udara daiam ruangan dengan menyerap formaldehyde yang ada di ruangan tersebut menjadi partikel yang aman bagi kesehatan.

Terakhir, distributor Gyproc Indonesia di Batam, Go Wi Meng dari PT Sri Indah mengatakan bahwa di Batam sendiri ada sejumlah bangunan yang menggunakan mayoritas bangunannya dengan gypsun, diantaranya Aston Batam hotel dan residencedan Hotel Gidion.

Dari pengalaman keduanya, penggunaan gypsun untuk dinding jauh lebih murah ketimbang batu-bata. Dimana untuk satu meter persegi hanya mengeluarkan biaya Rp120.000 dengan gypsun, sementara dengan batu-bata bisa menelan biaya hingga Rp200.000 per meternya. (ays)

Share