BATAMCENTRE- Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batam mengajak Pemko agar lebih serius memperhatikan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Batam. Pemko diminta turut serta mencarikan solusi berbagai permasalahan yang dihadapi UMKM.
Ketua Apindo Kota Batam OK Simatupang mengatakan hal itu kepada wartawan di Batam Centre, Senin (17/10).
"Yang akan menyelamatkan suatu negara dari krisis adalah UMKM, karena itu pemerintah harus memperhatikannya," ujar OK Simatupang didampingi pembina UMKM, Lusi Efriani.
OK menegaskan,permintaan keseriusan dari pemerintah lantaran baru-baru ini ada satu kasus yang cukup mengejutkan dan sangat memprihatinkan yang menimpa UMKM yaitu kasus dapur arang. Pelaku UMKM ini diharuskan untuk membuat Amdal agar asap dari pembakaran arang tidak mengganggu masyarakat lainnya.
"Benar, asap itu mengganggu. Tetapi diperlukan solusi untuk mengatasinya. Dan inilah seharusnya menjadi tugas pemerintah. Mencarikan masyarakat solusi, bukan malah meminta untuk berhenti. Yang diminta berhenti ini adalah UMKM, bukan pengusaha besar," sebutnya.
Sebenarnya, sebutnya, untuk mengatasi asap tersebut bisa dilakukan berbagai hal, diantaranya memproduksi asap menjadi produk bernilai tinggi. Namun, untuk membangun teknologi ini membutuhkan biaya yang cukup besar. Jadi, diharapkan adanya campur tangan pemerintah untuk mencarikan solusi.
"Apindo tidak bisa bekerja sendiri untuk membantu para pelaku UMKM ini. Harus ada campur tangan pemerintah. Kini kita menggugah pemerintah, tolong diperhatikan mereka. Carikan mereka solusi. Apindo dalam hal ini juga siap mengulurkan tangan," ujarnya.
Dikatakannya, arang merupakan salah satu produk yang bernilai jual tinggi. Hampir semua negara di Asia dan Eropa membutuhkannya. Bahkan, beberapa waktu lalu, DPP Apindo dengan disaksikan oleh Presiden telah menandatangani MoU dengan Cina untuk memenuhi kebutuhan 1 juta ton arang/tahun. Angka yang sangat besar ini tentunya tidak bisa hanya dari suatu daerah semata, tapi dari seluruh daerah di Indonesia. Jadi, pasar yang sangat besar ini sangat sayang untuk dilewatkan, karena sudah sangat menjanjikan.
"Kualitas arang kita terbaik di dunia. Disamping itu kita bisa memproduksi asap menjadi pestisida, pengawet makanan bahkan bumbu masakan. Dan harganya sangat menjanjikan," tambah Lusi.
Lusi yang beberapa waktu lalu mendapat kesempatan berkunjung ke Amerika Serikat (AS) dalam rangka pelatihan pembinaan UMKM mengatakan sebuah lembaga di AS sangat tertarik untuk membantu UMKM di Batam memproduksi luquid smoke (asap), disamping membantu pelaku UMKM untuk lebih mandiri.
"Ini peluang yang sangat besar untuk kita. Pemerintah kita harapkan bisa memfasilitasi para pelaku UMKM ini agar mereka lebih mapan kedepan," kata Lusi.(pti)
- PT Agung Automall Batam Gelar Pemeran di 3 Tempat
- Akan Hadir Kerupuk Ikan.
- Wanita Pembuat Abon Akan Dibawa ke Malaysia
- XL Luncurkan Motto Baru 'XLangkah Lebih Maju'
- Sinergi Toyota-Astra-Daihatsu Lahirkan All New Avanza-Xenia
- Indosat Disinggahi Obor Sea Games
- Abon Lele Jumirah Dapat Penghargaan
- Green Beauty Clinique Tawarkan Diskon
- Susu Kedelai Natoya Hadir di Batam
- d'Visco DC Mall, Tawarkan Busana Muslim Selera Masyarakat
- Showroom Subaru Batam Diresmikan
- Daihatsu Luncurkan Sirion Deluxe
- Mobil All New Picanto Lebih Nyaman
- 9 Pelanggan Telkomsel Dapat BlackBerry
- Lion Air Siapkan Pesaing Garuda
- XL Buka Layanan Pengaduan
- Hadiah Telkomsel Poin, Pelanggan Dapat Liburan ke Bali
- Banyak Tertarik dengan KSR Mini
- Warung Tekko Kenalkan Menu Baru
- Bandara RHF Tanjungpinang