BATAM--Siapa yang tidak kenal dengan Jembatan Barelang. Jembatan yang dibangun pada tahun 1992 oleh Bapak Jusuf Habibie ini kini telah menjadi icon Kota Batam. Namun di balik kemegahan bangunannya, tak banyak yang tahu bahwa Jembatan Barelang dibangun dengan produk Semen Padang. Bangunan Jembatan Barelang yang berdiri kokoh itu membuktikan kepercayaan yang tinggi dari pemerintah dan masyarakat Kota Batam terhadap penggunaan produk PT Semen Padang.
"Sampai saat ini, PT Semen Padang dengan produknya Semen Portland Tipe I, tetap menjadi pilihan masyarakat Kepri dan sekitarnya. Buktinya, Semen Padang masih menjadi pemimpin pasar (market leader) di Provinsi Riau Kepulauan dengan market share sampai Agustus 2011, 30,59 persen,” kata Direktur Pemasaran PT Semen Padang, Ir. Benny Wendry, MM.
Lalu apa yang membuat untung jika memakai produk Semen Padang ?
Menurut Benny, untuk melayani permintaan konsumen pasar di Kepri umumnya dan Batam khususnya, PT Semen Padang mendistribusikan semen tipe I 50 Kg.
Banyak sekali keunggulan yang dimiliki semen tipe I, dibandingkan dengan semen PCC. Di antara keunggulan itu, Semen tipe I memiliki kuat tekan dan tekan awal yang tinggi. Tingginya kuat tekan Semen tipe I karena memiliki komposisi klinker yang lebih banyak (89-90 persen). Sebagai senyawa yang bersifat lebih reaktif, klinker dapat meningkatkan kuat tekan.
Dari hasil uji, Semen Padang Tipe I kata Benny memiliki kuat tekan yang jauh di atas persyaratan standar SNI (SNI 15-2049-2004). Misalnya, dari hasil uji Semen Padang Tipe I, kekuatan tekanan pada umur 3 hari adalah 216 kg/cm2, atau jauh dari persyaratan standar, minimal 125 kg/cm2.
Dengan kekuatan tekan yang tinggi itu, Semen Padang Tipe I cocok digunakan untuk konstruksi umum untuk semua mutu beton, perumahan dan bangunan bertingkat, struktur jembatan, struktur jalan beton, dan landasan pacu lapangan terbang. Bukti kongkritnya adalah dengan kekuatan Jembatan Barelang yang menjadi kebanggaan masyarakat Kepri.
Menurut Benny, dari segi pemakaian material lainnya untuk campuran beton, Semen Padang Tipe I justru lebih efisien. Alasannya, dengan komposisi klinker yang lebih banyak, maka konsumen tidak perlu lagi menggunakan banyak semen untuk diaduk dengan pasir/kerikil dan air.
“Jadi ketika konsumen memakai Semen Tipe I, pemakaian semen mestinya bisa lebih sedikit dari produk Semen Tipe PCC, dan hal ini akan memberikan keuntungan bagi konsumen,” ungkap Benny.
Bagi konsumen ready mix (proyek), pemakaian Semen Tipe I akan sangat menguntungkan, karena mereka bisa menambahkan material ketiga seperti fly ash, pozzoland, dan gypsum. Sementara pada Semen PCC, tidak bisa lagi ditambah material ketiga dan keempat, karena kadarnya sudah jenuh. Jika ditambah juga, maka akibatnya fatal untuk mutu beton.
Ditanya harga Semen Padang Tipe I, Benny menegaskan Semen Padang Tipe I- 50 Kg di pasar dijual dengan harga Rp51.000/zak. Dibandingkan dengan semen PCC 40 Kg dengan harga Rp40.000– Rp41.000/zak, tentu dirasakan harga Semen Padang Tipe I lebih tinggi. Hal ini karena dari segi beratnya saja sudah beda 10 kg/zak.
“Meski demikian konsumen lebih untung menggunakan Semen Padang, karena memiliki kuat tekan yang tinggi, bisa lebih efisien dan dari sisi harga sebenarnya justru tidak mahal,” kata Benny.
PT Semen Padang merupakan pelopor industri semen di Indonesia. Perusahaan yang terletak di Indarung, Kota Padang, Sumatera Barat ini didirikan pemerintah Belanda pada 18 Maret 1910 dan dinasionalisasi oleh pemerintah Indonesia pada 5 Juli 1958.
Dengan telah beroperasi selama 101 tahun, mutu produk Semen Padang tentu tidak diragukan lagi. Karena itu, tak heran pula produk Semen Padang hingga saat ini masih merajai pasar semen Sumatera. Pada 2010, market share Semen Padang di Sumatera adalah 44,8 persen. Pada 2011 diproyeksikan meningkat menjadi 45,11 persen. Sementara di dalam negeri, market share Semen Padang diperkirakan naik dari 12,9% pada 2010 menjadi 13,2 persen pada 2011. (r)
Lebih Untung Jika Membeli Semen Padang
- Selasa, 18 October 2011 00:00





