Kerjasama Enam Bidang
JODOH- Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Provinsi Kepri menjalin kerjasama di enam bidang dengan Kadin Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU). Keenam bidang tersebut adalah perhubungan, industri dan perdagangan, maritim dan kelautan, pariwisata serta agribisnis dan pertambangan.
Penekenan MoU dilakukan dalam acara "Temu Bisnis Pemerintah Provinsi Kepri dan Provinsi Sulsel" yang digelar di Pacifik Palace Hotel, Jodoh, Kamis (24/11). MoU tersebut diteken oleh Wakil Ketua Umum Kadin Sulsel, Ilham Alim Bachrie dan Wakil Ketua Umum Kadin Kepri Bidang Organisasi dan Keanggotaan, Alfan Suheri.
Penandatanganan juga disaksikan Ketua Asosiasi Agen Travel Indonesia (Asita) Kepri, Kadek Sutraini dan sejumlah anggota Kadin Kepri serta beberapa pengusaha di Kepri, termasuk pihak maskapai penerbagan Garuda Indonesia.
Pada kesempatan itu, Alfan Suheri mengatakan, pertemuan ini merupakan awal dari kerjasama yang akan dikembangkan. Dan bertujuan untuk memfasilitasi para pengusaha di Kepri untuk mendapatkan informasi tentang Provinsi Sulsel.
"Ke depannya kita akan bicarakan kepada stakeholder yang ada, komoditi apa yang bisa kita datangkan dari Provinsi Sulsel. Melihat di sana banyak sekali komoditi unggulan yang belum tersedia di Kepri," katanya.
Sementara itu, Ilham Alim mendukung Provinsi Kepri khususnya Kota Batam sebagai daerah transit hasil produk mereka sebelum diekspor ke luar negeri. Menurut dia, di Sulsel memiliki komoditi seperti beras yang stoknya berlebih hingga dua juta ton, kakao, sayur mayur dan lainnya.
"Kita telah mengekspor sayur dari Sulsel ke Singapura, kenapa Batam tidak," kata Ilham.
Selain itu, lanjut Ilham, Sulsel juga memiliki tempat parawisata yang sangat menarik seperti wisata kuliner, bahari, alam dan lain sebagainya. Begitu juga sebaliknya dengan Provinsi Kepri.
Ilham menambahkan, selama ini belum ada rute penerbangan yang langsung menghubungkan Makassar dan Batam, sedangkan penerbagan dari Makassar sudah ada yang langsung ke Singapura. Padahal, pengiriman barang dengan menggunakan jalur dari Jakarta, Surabaya bahkan dari Singapura akan mengeluarkan biaya yang sangat mahal.
"Kita berharap ke depan sudah ada penerbangan langsung ke daerah ini. Apalagi orang Sulsel senang jalan-jalan, atau paling tidak harga tiket hanya satu sektor. Kalau sekarang, untuk ke Sulsel harus transit dulu, yang menelan biaya dua sektor sehingga harganya tinggi. Jika rute penerbangan sudah ada, sangat mempermudah akses bagi para pelaku usaha dalam menjalankan usahanya," tambah Ilham.
Acara yang merupakan kunjungan balasan pemerintah Sulsel ke Kepri ini difasilitasi oleh Badan Koordinasi dan Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Proinsi Kepri. Di antara tujuan pertemuan adalah untuk memperkenalkan potensi yang ada di masing-masing daerah seperti galangan, pertambangan, prduksi beras, jagung, sapi, ayam, pelabuhan, udang dan rumput laut.
Kata Ilham, Sulsel masih sangat besar potensinya untuk dikembangkan. Apalagi Sulsel termasuk gerbang Indonesia bagian Timur. "Kalau perlu kita lakukan joint operation, melihat kepri ini sangat dekat dengan negara tetangga," ujarnya. (cw56)
- Kasoem Optical Diskon 15 Persen
- Malaysia Jajaki Investasi di Bintan
- Butik Nayla Diskon Besar-besaran Jelang Akhir Tahun
- Happy Puppy Gelar Lomba Nyanyi
- Santoso, Peternak Sapi
- Indosat Hadirkan Innovation Lab di Bandung
- Pekerja Informal Bisa Daftar Jamsostek Sendiri
- Suzuki Grand Vitara 2.4 Lebih Gagah
- XL Serahkan Hadiah MDS Double Bonus
- Nay@dam Kembali Dapat Penghargaan
- Indosat Perluas Jaringan Kabel Laut Batam
- Doorprize Epad Fooryo
- Kerupuk Atom, Oleh-oleh dari Tanjungpinang
- Happy Dream Tawarkan Terapi Kesehatan Gratis
- Cake Buah Naga Aroma Hadir di Batu Aji
- Dapatkan Produk Setengah Harga Hanya di Rabbani
- Fitur-fitur Menarik di Smartfren XStream
- CV Dunia Taylor, -Layani Pembuatan Pakaian Dalam Jumlah Besar
- BUMD Kepri Terancam Bangkrut
- Beli Honda Beat Dapat Potongan 2 Bulan Angsuran