Thursday, Mar 22nd

Last update10:00:00 AM GMT

You are here: Ekonomi Bisnis Bisnis Pameran Batik Sebagai Edukasi Bagi Masyarakat

Pameran Batik Sebagai Edukasi Bagi Masyarakat

BATAM - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggelar pemeran batik di Kepri Mall selama tiga hari, mulai Rabu(21/12). Pameran yang bertajuk Bring Thousand Year Life Again ini akan menampilkan batik produksi desainer Rosso Batik yang dirangkaikan dengan berbagai kegiatan.

"Pameran ini merupakan kiat pemerintah untuk menarik pengunjung, khususnya dari luar negeri. Mengingat batik merupakan 'heritage' yang sudah diakui dunia. Dan dalam pameran ini dilaksanakan beragam kegiatan, seperti talkshow, seminar dan fashion show bagi putri-putri batik," kata Masruroh, Deputy Director for Mice Associations Affairs.

Katanya, selain pameran, masyarakat yang berkunjung akan melihat lansung bagaimana membuat batik yang benar. Melalui talkshow ataupun seminar yang akan dipandu langsung seorang desainer Rosso Batik akan menambah wawasan pengunjung. Selain itu, acara akan diisi bergam pertunjukan seni budaya melayu, mengingat Batam merupakan daerah melayu.

Disebutkan Musruroh, pemilihan Batam sebagai tempat pameran batik sekaligus edukasi karena Batam merupakan perbatasan yang sangat dekat dengan luar negeri, seperti Malaysia dan Singapura. Dari pameran ini, akan hadir Miss South is Asia Tenggara yang juga Miss Universe Singapura. Dengan kehadirannya, diharapkan mampu mendongkarak kunjungan wisatawan kedua negara tersebut. Karena kedekatannya, wisatawan tidak perlu merencakan kedatangannya jauh-jauh hari.

"Acara ini pun sengaja kita buat weekday, dan berlangsung malam hari. Siangnya akan mengadakan pertujukan kesenian budaya melayu serta fengshui," katanya.

Selain itu, juga akan dimeriahkan model-model Silhouette, Model tersebut seperti Fitri yang baru-baru mendapat juara I lomba model tingkat Asia Tenggara yang digelar di Thailand. Kemudian juara I model Putri Citra Indonesia dan juara 1 Foto Model Indonesia.

Dalam pameran ini juga akan diberikan penghargaan kepada kolektor Batik asal Singapura, Alvin, yang telah mengoleksi batik yang berusia puluhan tahun hingga ratusan tahun.

Rosso, desainer batik asal Jogjakarta yang turut ambil bagian dalam kegiatan itu mengatakan, seluruh batik yang akan ditampilkan oleh model merupakan perpaduan batik klasik dan moderen.

Zaman dahulu, batik dibuat dari bahan dasar seperti daun nangka, kayu mahoni, dan beberapa bahan alami lainnya. Selain itu, warna dan corak yang ditampilkan merupakan warna alami dari alam.

"Kita tekankan pada colouring natural, yang mengambil dari warna tumbuh-tumbuhan," tambah Rosso.

Batik yang dikategorikan, batik sebagai motif dan batik sebagai proses adalah tujuan dari pameran yang dilaksanakan.

"Kita ingin mengedukasi masyarakat khususnya cara pembuatan batik yang benar, seperti celupnya, atau penggunaan canting," tuturnya.

Batik yang dipamerkan merupakan batik tulis yang berbahan katun, sutra maupun tenunan. dan dijual dengan harga Rp200 ribu hingga Rp1,5 juta. Ditambah lagi akan dipamerkan kain yang berbahan dari serat pohon pisang. Serat pohon pisang diolah menjadi bahan kain yang sangat unik dan menarik, disamping tahan lama.

Silvia Hilda, selaku pimpinan Silhouette Model, mengatakan dalam pameran ini para model-model berprestasi asal Batam akan tampil mengenakan motif-motif batik hasil karya Roso Batik. Dan mereka merupakan generasi penerus Batam yang berprestasi.(cw56)