BATAM- Kontraktor lokal diminta meningkatkan kualitas agar bisa bersaing dengan kontraktor luar negeri yang saat ini mulai mengincar bisnis konstruksi tanah air. Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pembinaan Konstruksi Kementrian Pekerjaan Umum, Bambang Goeritno MSc usai membuka kegiatan Levelling Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) dari berbagai provinsi di Indonesial.
Tito Swarno, Liputan Batam
Di antaranya dari Provinsi NAD, Banten, Sumatera Utara (Sumut), Papua, Maluku, Sulawesi Barat (Sulbar) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) di Harris Hotel, Batam Centre, Kamis (9/2).
Menurut Bambang, geliat pembangunan di tanah air yang terus pesat menjadi incaran pasar asing. Banyak perusahaan kontraktor dan konsultan di bidang jasa konstruksi asing seperti China, Malaysia, Filipina dan Australia mencoba mendaftar untuk ambil bagian dalam pengerjaan proyek-proyek infrastruktur di Indonesia. Karena itu, kontraktor dan konsultan Indonesia diminta mempersiapkan diri dengan pembekalan mutu dan tenaga ahli sehingga bisa bersaing dengan kontraktor luar.
"Proyek-proyek infrastruktur kita sangat besar, terbentang dari barat sampai timur. Bisnis konstruksi yang sangat besar ini telah mulai di garap asing. Kontraktor maupun konsultan lokal jangan diam saja. Persiapkan diri dengan pembekalan mutu dan tenaga ahli yang handal, ujarnya.
Dalam hal ini, sebut Bambang, Kementrian PU terus berupaya memberikan pembinaan kepada para pengusaha jasa konstruksi dan konsultan, melalui diklat dan litbang. Dengan target menciptakan tenaga ahli yang handal sehingga mampu bersaing dengan pasar global. Jadi, tidak hanya asing yang masuk ke dalam negeri, tapi kontraktor lokal juga bisa berkiprah ke luar negeri. Di samping itu, Kementrian PU selama ini juga tetap mengutamakan kontraktor lokal, tetapi juga mengakomodir dari luar.
Perusahaan asing melihat negeri ini sangat besar, dan menganalisis bisnis konstruksi sangat prospektif. Apalagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia terus membaik. "Terbukti dengan pemerataan pembangunan yang terus digesa," katanya.
Perusahaan jasa konstruksi dan konsultan di Indonesia, saat ini sudah memiliki kemampuan, keterampilan (skill), keahlian dan SDM setaraf dengan perusahaan konstruksi asing. Bekal ini nantinya yang akan menjadi modal dalam persaingan pasar global.
Di tempat yang sama, Profesor I Gde Widiyatnyana Merati, Dewan Pengurus LPJKN, mengatakan, kegiatan Levelling ini sebagai penyetaraan dan kesepahaman program kerja dari pusat hingga daerah. "Tujuan kita agar terjadi kesepahaman terhadap pedoman pelaksanaan program kerja sehingga pembangunan bisa terlaksana dengan maksimal," tuturnya.
Endra Mayendra, Ketua LPJKD Kepri menambahkan, saat ini konsentrasi pada pelayanan masyarakat termasuk memberikan pembinaan pada badan usaha. "Intinya kita mendukung program pembangunan ini," imbuhnya. ***
- Slank Buka Sekolah Musik di Batuaji
- KTM Paris 125 cc Diluncurkan
- Empat Biro Perjalanan Singapura Dapat Penghargaan
- Suzuki Nex Hanya Rp12 Juta
- Pedagang Pulsa Tolak Sistem Klaster
- Meja Belajar Diskon 25 Persen Di Toko Kassimura
- DP Suzuki APV Carry Pick Up Hanya Rp18 Juta
- Soeryo : PP Nomor 10 tahun 2012 Jangan Dilihat Pasal Perpasal
- Suzuki Nex, Irit dan Lincah Segera Diluncurkan
- Gebyar Awal Tahun Bintan Colombia