LINGGA- Mengisi masa-masa umur di atas 50 tahunan tidak mesti harus istirahat total dari berbagai kegiatan sehari-hari yang dapat bermanfaat bagi keluarga. Hal itu lah yang membuat Mariana, istri pensiunan pegawai Bea Cukai (BC) terinspirasi membuka resto di Daik, Lingga.
Di usianya yang ke-52, ia membuka restoran dengan konsep siap menerima pesanan sesuai selera pelanggan. Bukan hanya itu, desain interior ruangan didesain dengan gaya natural dan alami khas Daik Lingga. Di mana dinding dan lantai terbuat dari rotan dan kayu.
Perempuan yang berasal dari Riau tersebut mengaku, karena kebiasaan jalan-jalan dari kota ke kota mengikuti suami yang sering berpindah tugas tertarik untuk menikmati kuliner yang ada di kota yang ia kunjungi. Seperti kota Ujungpnadang, Jakarta, Bandung, Jambi, Pekanbaru, Tanjungpinang dan Batam menjadikannya tertarik untuk membangun Mayang Resto di kampung halaman suaminya, Daik Lingga.
"Karena kebiasaan melihat-lihat resto tersebut, saya tertarik untuk membuka usaha resto. Baik konsep dan menu yang kita sajikan tidak jauh beda dengan yang saya lihat di kota-kota besar," ujarnya.
Dikatakan, menu makanan yang ada di Mayang Resto miliknya masih standar, seperti sop Ikan, capcai, kepiting, masak Kecap, udang goreng gurih, ayam bakar bumbu dan ikan bakar. Hanya saja yang menjadi ciri khas dari restonya adalah Ikan asam pedas, karena bumbunya dicari dan diolah sendiri serta bahan-bahannya semua berasal dari Daik Lingga.
"Untuk selera, kita berdasarkan pesanan pelanggan saja. Kalau pelanggan pesan ikan asam pedas misalnya, kita langsung masak, habis itu baru kita sajikan," ungkapnya.
Mengenai menu minuman yang disediakan sirup dengan berbagai rasa yang langsung diolah oleh pengunjung di meja yang telah disediakan. Kecuali untuk jus, karena memang diolah dulu. Nanti pengunjung cukup bikin sendiri, tapi kalau pengunjung pesan dulu juga siap disajikannya.
Untuk tamu yang datang berkunjung ke Mayang Resto, Mariana mengaku selama ini banyak kepala dinas, bupati dan wakil Bupati. Selain itu ada juga tamu-tamu Pemkab yang datang ke Daik Lingga, serta tamu-tamu DPRD yang datang dari luar Lingga. Bahkan Mayang Resto juga pernah dikunjungi tamu dari Singapura, Malaysia dan Thailand.
"Namun, ketika ada banyak pesanan, kita memanggil pekerja. Semua bersifat kekeluargaan, seperti famili, tetangga dan siapa saja yang mau," ungkapnya.(nofriadi putra)
Share
Isi Masa Pensiun dengan Berbisnis Resto
- Sabtu, 03 March 2012 00:00



Sebuah makam tua yang diyakini telah ada sejak tahun 1200 – an terdapat pada d... 