Berawal dari bangunan rumah biasa, yang hanya berfungsi untuk tempat tinggal. Kemudian muncul ide untuk menyulapnya menjadi sebuah tempat kongkow bernuansa kafe modern.
Oleh: Dewi Anggrayni-Liputan Batam
Seperti dijelaskan pemiliknya bahwa, sebelum disulap menjadi kafe, Kafe Q adalah sebuah rumah. Kebetulan tempatnya strategis karena dekat dengan pusat kota. “Kafe berkonsep rumah belum begitu banyak di Batam. Kami ingin menghadirkan sesuatu yang baru. Tentu saja selain suasana yang nyaman, kami juga menyajikan menu yang disukai para pengunjung,” ujar Tari, pemilik Kafe Q yang dirintisnya sekitar empat bulan lalu.
“Awalnya saya hobi ngbrol dengan teman-teman. Akhirnya saya putuskan membuka tempat ini dengan staye rumahan. Jadinya teman-teman nyaman ngobrol disini,” jelas wanita lulusan Perhotelan Trisakti ini.
Kafe ini mulai tampak dikunjungi pelanggan pasa saat jam makan siang. Walaupun jadwal bukanya mulai dari jam 10.00 WIB hingga jam 24.00 WIB. Kebanyakan yang datang ke kafe ini adalah enterpreneur muda yang terlihat asik membuat negosiasi bisnis mereka. Saat dikunjungi haluan terlihat di teras depan kafe sejumlah ibu-ibu arisan juga asik bercengkrama.
“ Begitulah yang kita mau, biar mereka merasa nyaman saya buat ruangan dan kursi-sursi sofa dengan kesan santai. Tak lupa alunan musik yang membuat suasana semakin nyaman,” jelas Utari bernama lengkapa Utari Setia Pratiwi ini.
Kafe yang ber alamat di jalan Pelita VI No. 1 Batam ini memiliki berbagai menu makanan nusantra. Tak lupa dengan daily spesial menu yang selalu di buat berganti. “Ya ini biar tamu kita ga bosan, kami coba sediakan menu masakan istimewa dan spesial juga. Selain itu kamijuga siapkan aneka makanan kecil dengan harga yang ekonomis, dengan cita rasa yang istimewa,” jelasnya lagi.
Tampak banyak tamu yang suka dengan suasana kafe yang di tata seperti suasana rumahan ini. Tamu yang datang terlihat nyaman menghabiskan waktu mereka untuk rapat nataupun arisan, bahkan hanya sekedar melepas lelah jam istirahat siang ataupun pada saat makan malam.
“ Kami tata seperti suasana tempo dulu, yang kami padu dengan unsur modern. Salah satunya, kami tempatkan sofa dan kursi kayu seperti rumah peternakan di Amerika. Dindingnya juga dihias dengan aneka mainan tradisional yang menambah kesan rumahan. Beberapa pojok juga kami pajang lukisan,” kata Tari.
Suasana rumahan sungguh terasa saat singgah di Cafe Q Batam. Ada sofa yang tertata rapi, kursi-kursi kayu, bahkan di tiap sudut teras kafe ini banyak tanaman juga bunga-bunga yang dirawat sendiri oleh pemiliknya.
“Konsep kafe kami adalah menghadirkan rumah kedua bagi tamu yang hadir. Makanya elemen-elemen rumah ada di kafe ini seperti hiasan ataupun botol- botol yang di pajang di atas meja bar bertujuan agar tamu merasa di rumah mereka sendiri saat menyantap makanan yang kami sajikan. Begitu juga dengan bunga-bunga di teras kafe. Kesan rumah yang asri sangat terasa saat tamu menyantab makanan di teras,” jelas wanita asal Minang ini.
Cafe Q mengandalkan menu western sebagai sajian utama yang dikombinasikan dengan menu lokal. “Perbandingannya lebih banyak menu western . Andalan kami adalah sop buntut dan nasi goreng. Satu porsi sop buntut dijual seharga Rp 40.000 rupiah. Sedangkan nasi goreng seharga Rp 15.000 rupiah.
“ Banyak lagi menu andalan kami disini, sop buntut favorit biasanya sop buntut balado, ada dua jenis sop buntut lainnya sop buntut kecap dan sop buntut biasa. Nasi gorengpun ada banyak pilihan istimewa. Mi tek-tek juga banyak peminatnya di kafe kami,” jelas Tari.
Untuk snack Cafe Q menyajikan singkong goreng istimewa, rogut dan banyak lagi pilihan snack lainnya. Satu porsi hanya Rp 5000 rupiah saja. “Snack disini rasanya istimewa sekali, kami menyajikannya dalam keadaan hangat,” jelas Tari lagi.
Aneka minuman juga ditawarkan, salah satunya yang unik adalah soda gembira. Ini minuman susu dicampur soda yang disajikan dingin. Tepat untuk udara Batam yang sangat panas. Selain itu Tari juga menjual aneka pilihan jus juga minuman lainnya.
Konsep baru ini disambut hangat masyarakat. Baru buka empat bulan, mulai ramai pengunjung. Baik keluarga, mahasiswa, juga orang-orang kantoran.
“Sering jadi tempat pertemuan karyawan kantoran. Tempatnya yang strategis membuat kafe kami cocok jadi tempat pertemuan. Belakangan ini banyak yang menjadikan kafe kami sebagai tempatarisan, reuni. Pernah sampai ratusan orang yang datang,” kata Tari menerangkan.
Siapkan Guest House
Untuk melengkapi kenyamanan tempatnya, cafe yang memiliki gedung tiga lantai ini juga dilengkapi fasilitas wifi. Tak heran, pengunjung jadi betah. Fasilitas lainya yang dimiliki Cafe Q adalah guest house.
Memang belum banyak kamar yang disediakan. Tetapi di lantai tiga gedung Cafe Q menyiapkan sejumlah kamar dengan harga ekonomis. Satu malam seharga seratus lima puluh ribu rupiah saja.
“ Selain cafe kami memang menyiapkan kamar-kamar untuk bermalam dengan harga ekonomis. Saat ini sudah mulai banyak diketahui orang. Sehingga kami sudah memiliki tamu langganan,” jelas Tari.
Suasana kamar guest house ini tampak sangat nyaman. Dengan interior yang menarik membuat para tamu menjadi betah seperti dirumah sendiri.” Memang begini kami membuat konsepnya, jadi tamu merasa istirahat dirumah sendiri,” jelas tari. (*)
Share




Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis... 





