TANJUNGPINANG (HK)- Maskapai Garuda menurunkan tim survei untuk mempelajari potensi dan menilai kelayakan Bandara Raja Ali Fisabillah (RAF) Tanjungpinang, Selasa (29/5).
Oleh: Darul Qutni, Liputan Tanjungpinang
Survei ini berkaitan dengan pembukaan rute penerbangan Jakarta-Tanjungpinang yang direncanakan efektif Januari 2013 mendatang.
Tim yang diketuai Liliek Indrayati selaku Manager Network Planer Garuda tersebut, datang untuk melihat langsung kesiapan Bandara RAF terutama kondisi Runway apakah layak atau tidak didarati pesawat komersial Garuda.
Disamping itu, tim survei juga melihat potensi Lagoi yang menjadi primadona wisata Golf, perbankan, serta Telkom yang datanya akan disampaikan pada manajemen Garuda di Jakarta. Tim tersebut juga melakukan pertemuan dengan DPRD Kepri, Bapeda, Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata, dan PHRI.
"Penilaian sementara Belum bisa kami sampaikan, karena tugas kami hanya melakukan survey dan melaporkannya pada managemen. Diantara yang kami telah survey adalah, Lagoi, Bank-bank yang ada disini, Biro perjalanan, yang akan mendukung ocupansi rute Jakarta-Tanjungpinang nantinya," kata Liliek di sela-sela survei.
Anggota Komisi II DPRD Kepri, Rudy Chua, menjelaskan, dari hasil pertemuan yang dilakukan sepertinya Garuda telah menyetujui untuk membuka rute Jakarta-Tanjungpinang pada Januari 2013 sesuai dengan permintaan Gubernur Kepri HM Sani. Terkait landasan pacu RAF yang hanya 2006 sehingga tidak bisa didarati Garuda dengan Maskapai 373-800NG akan disiasati dengan menggunakan pesawat lain dengan type 737-600.
"Sebetulnya Garuda sudah mengalihkan pesawatnya kepada tipe 373-800NG, tapi karena landasan pacu bandara RAF belum mencukupi maka tipe pesawat akan diganti dengan tipe 737-600," ujarnya.
Sementara Yanti, Kepala Divisi Administrasi dan Komersial Bandara RHF menjelaskan, sebenarnya run way Bandara RHF telah menyelesaikan pembangunannya sepanjang 2250 meter dari rencana awal 2500 meter. Tapi pihak bandara belum memberikan izin penggunaan penambahan run way baru karena masih memiliki kemiringan sekitar 4 persen dari batas aman yang ditetapkan menteri perhubungan sebesar 2 persen.
"Yang 250 meter penambahan sebenarnya telah siap tapi belum mencapai kemiringan yang aman berdasarkan peraturan keselamatan menteri perhubungan maka kita belum bisa operasikan," tandas Yanti.(rul)
- Pasir Darat Hidupkan Pengrajin Batako
- Honda Pimpin Pasar Motor Nasional
- Mesin Genset Paling Dicari
- Kepri Butuh 30 Assesor
- Pembatasan Mobil Perlu Kajian
- Apresiasi Pelanggan XL BlackBerry
- Pavilion DV6, Selebritinya Notebook
- Telpon Sepuasanya Dengan Youth Community XL
- Telkomsel Hadirkan Keceriaan
- XL Gelar Lomba Dayung
- Daftar Bulan Mei Dapat Tas Napple
- JAC Mesin Berteknologi Standar Euro II
- Kenyamanan Perawatan Kesehatan Fresh Massage
- Tidak Perlu Mahal Untuk Internet 4G
- Memasukan Mobil Secara Berlebihan Ganggu Ekonomi
- RSAB Group Jalin Kerjasama dengan RS Parkway
- Indosat Hadirkan Paket Lengkap iPhone 4S
- HSE Persyaratan Utama Bisnis Oil and Gas