JAKARTA (HK) - Otoritas Jasa Keuangan semakin giat mengkampanyekan ‘Aku Cinta Keuangan Syariah’. Kampanye ini bertujuan agar masyarakat bisa semakin mengenal dan terus merasa dekat dengan produk dan jasa layanan keuangan syariah. Selain itu, kampanye ini juga bertujuan untuk menggenjot pertumbuhan Industri syariah secara umum.
Dalam rangka kampanye Aku Cinta Keuangan Syariah (ACKS), OJK bersama industri keuangan syariah memiliki berbagai perencanaan program sosialisasi dan komunikasi keuangan syariah yang akan dilaksanakan selama tahun 2016.
Program sosialisasi tersebut akan dilaksanakan di berbagai kota di Indonesia melalui program Expo /pameran, program training of trainers, dan workshop yang bersifat pelatihan kepada elemen masyarakat. Bahkan, OJK turut berencana untuk menyelenggarakan Keuangan Syariah Fair 2016 (KSF) di berbagai kota di Indonesia untuk mendekatkan masyarakat dengan industri keuangan syariah.
"Industri perbankan dan keuangan syariah nasional perlu terus melakukan sosialisasi dan edukasi publik (campaign) agar produk serta jasa layanan syariah yang semakin beragam dan berdaya saing dapat dikenal dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat luas. Disamping itu juga agar dapat berkontribusi secara nyata dan optimal dalam pertumbuhan dan perkembangan perekonomian nasional yang berkesinambungan,” kata Deputi Komisioner OJK Pengawas Bank I Mulya E Siregar.
Nantinya, Program ACKS juga akan berfungsi sebagai sarana untuk memperoleh informasi tentang keunggulan produk dan jasa keuangan syariah, Serta memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat untuk berinteraksi dengan lembaga-lembaga keuangan syariah terkemuka di Indonesia.
Dalam siaran pers terkini, menunjukkan bahwa penguasaan pasar (share) industri perbankan syariah terhadap industri perbankan nasional mengalami kenaikan. Angka sebesar 4,81 persen pada Juli 2016, tulis laman akucintakeuangansyariah.com, Jumat (14/10), berada lebih di atas dibandingkan setahun sebelumnya yakni 4,60 persen.
Menurut OJK, salah satu hal penyokong perluasan keuangan syariah itu adalah pembelajaran kepada kelompok usia muda semisal mahasiswa di perguruan tinggi. Bertolak dari situlah, sebagaimana warta dari Bank Syariah Bukopin (BSB), pembelajaran juga menyertakan pimpinan perbankan syariah. Program itu, kata Direktur Bisnis BSB Aris Wahyudi disebut BOD (Board of Director) Mengajar.
Aris menambahkan, BOD Mengajar juga merupakan salah satu program Inklusi Keuangan BSB untuk semua. Program ini merupakan program Inklusi Keuangan berkelanjutan OJK dalam memasarkan produk keuangan secara nasional.(lp6/net)Share
OJK Giat Kampayekan ACKS
- Sabtu, 15 October 2016 05:00





