Ketua OJK Muliaman Darmansyah Hadad mengungkapkan, keinginan membuka cabang di daerah itu dilakukan agar pengawasan bisa diterapkan secara menyeluruh, bahkan hingga ke pelosok.
"Sehingga pengawasan akan perlu juga dilakukan di daerah. Kami akan buka mulai 2014," kata Muliaman di Jakarta, Senin (24/9)
Hingga saat ini, kata dia, OJK masih fokus mempersiapkan masa transisi, khususnya dari lembaga Bapepam-LK. Sebab, lembaga yang mengurus pasar modal dan industri keuangan nonbank itu akan masuk secara resmi ke OJK pada 1 Januari 2013. Selain itu, industri perbankan saat ini juga siap-siap karena akan masuk ke OJK pada 1 Januari 2014.
"Setelah semua beres, baru kami akan membuka cabang di daerah," ujarnya.
Ke depannya, OJK akan memerlukan pegawai dengan jumlah sekitar 1.000 orang dari Bapepam-LK dan Bank Indonesia (BI) sekitar 1.500 orang. Dengan demikian, jumlah total pegawai menjadi 2.500 orang.
"Jika kurang, kami akan merekrut dari pasar," ungkapnya.
Saat ini, anggaran OJK masih disubsidi dari Bank Indonesia. Tahun depan, OJK akan menerapkan pungutan terhadap lembaga yang dibawahinya. Terkait besarannya, sampai saat ini masih dibahas.(kcm)
Newer news items:
- Harga Sayur Stabil Jelang Idul Adha
- Nabung Rp20 Juta, Pilih Gadgednya
- Nasabah Lancang Kuning Dapat Toyota Rush
- Tabungan Giro Muamalat Berhadiah Langsung
- BSM Talangi Dana Umroh Hingga 80%
- Penutupan Sayur Impor tak Pengaruh
- Mandiri Segera Luncurkan Travel Card
- Perbankan Diijinkan Simpan 40 Persen Dana Haji
Older news items:
- CIMB Niaga Raih Annual Report Award 2011
- Bukopin Luncurkan Produk Kartu Co- Branding
- Bukopin Luncurkan Produk Kartu Co- Branding
- Keripik Tempe Sarimas, Gurih dan Renyah
- BNI Syariah Targetkan Laba Rp81 Miliar
- Nabung di Bukopin Dapat BMW dan Scoopy
- Harga Sayur Turun
- Harga Telur dan Cabai Rawit Turun
- Caskinih Dapat Rp1 M dari Panin Bank
- Kenaikan Harga Kedelai Bertahap