Senin03182013

Last update12:00:00 AM

Back Ekonomi Bisnis Pasar & Bank Penutupan Sayur Impor tak Pengaruh

Penutupan Sayur Impor tak Pengaruh

BATAM (HK) - Menjelang Hari Raya Idul Adha, harga sayur di pasar saat ini masih stabil. Hal ini menunjukkan, penutupan kran sayur impor dilakukan pemerintah tidak mempengaruhi kebutuhan masyarakat. Untuk memenuhi kebutuhan, cukup sayur lokal.

Sebagaiman pengakuan Soleh, salah satu pedagang di pasar Tos 3000, Jodoh, Batam kepada Haluan Kepri, Minggu (30/9). Dikatakan, untuk kacang panjang harganya masih sangat stabil, yakni Rp. 10.000 per kilo, tomat Rp 15.000, terong Rp 6.000, kubis Rp 8.000 dan wortel Rp 8.000, timun Rp 5.000. Kecuali bunga kol naik Rp 12.000, sebelumnya hanya seharga Rp 10.000.

"Tidak ada kenaikan. Harga sayur saat ini masih stabil. Hanya bunga kol mengalami kenaikan dari Rp10.000 menjadi Rp12.000. Jadi tidak ada pengaruhnya, kalaupun sayur impor di tutup. Karena sayur lokal bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, yakni didatangkan dari Medan, Jambi maupun dari Batam sendiri," kata Soleh.

Ditempat yang sama, Nuraim sebagai pedagang sayur mengatakan, pasokan sayur yang dijual saat ini berkurang. Dia sendiri mendatangkan sayur dari Pinang, namun tidak berpengaruh soal harga meski pasokan sayur sangat sedikit.

"Memang saat ini pasokan sayur dari Pinang memang sedikit, tidak banyak, namun itu tidak berpengaruh harga. Tetap stabil, tidak naik," pungkasnya.

Pedagang lainnya, Nurin mengatakan sampai sekarang harga sayur yang dijual seperti sayur bayam, kangkung, kentang, wortel, timun, bawang, terung dan kacang panjang masih harga normal, belum ada kenaikan harga menjelang lebaran.

"Belum adasih kenaikan harga masih stabil, seperti harga sebelumnya," tambahnya. (CW66)


Share

Fokus

Kenali Gejala Kaki Gajah Sejak Dini

Minggu, 17 March 2013

Penyakit kaki gajah sebenarnya dapat diketahui masyarakat sejak dini. Karena it...

Jejak

Mesjid Haji Abdul Ghani (1)

Jumat, 28 December 2012
Mesjid Haji Abdul Ghani (1)

Inilah mesjid tertua di Kabupaten Karimun. Dibangun oleh Raja Abdul Ghani bin ...