Branch Manager Bank BTN Batam Teki Danardono menyebutkan, tahun 2011 BTN Batam membiayai 1.726 unit rumah melalui FLPP dengan nilai Rp110 miliar. Tahun ini, diperkirakan hanya sekitar Rp50 miliar.
"Januari sampai Agustus kemarin tidak ada pembiayaan FLPP. Itu terkait aturan pemerintah yang menyebutkan rumah yang masuk FLPP harga di bawah Rp70 juta, di Batam angka itu tidak masuk. Makanya tidak menggunakan skema FLPP. Karena masalah aturan ini juga, pusat (BTN pusat,red) mengubah target penyaluran KPR dengan skema FLPP. Perkiraan kita sekitar Rp50 miliar dari September hingga akhir tahun di Batam," paparnya.
Dengan keluarnya aturan FLPP baru, harga rumah yang masuk skema ini maksimal Rp95 juta, 10 persen uang muka.
"Rumah yang masuk FLPP rata-rata di Tiban dan Batuaji, di Batam Centre sedikit sekali, karena harganya sudah ratusan juta," tambahnya.
Selain program FLPP, BTN juga menyalurkan KPR biasa untuk rumah tipe maksimal 70, uang muka yang harus dibayarkan konsumen 20 persen, dan tipe di atas 70, uang muka 30 persen.
Di samping itu, BTN juga memberikan kemudahan syarat kepada konsumen, yakni bunga 8,5 persen, fixed 2 tahun. Selanjutnya mengikuti aturan pasar. (nana)
FLPP Minim di BTN
- Selasa, 30 October 2012 00:00
BATAM (HK) - Bank BTN Batam mengaku minim dalam hal penyaluran kredit pembiayaan rumah (KPR) dengan Fasilitas Likuiditas Perumahan (FLPP). Hal itu karena berbagai permasalahan teknis dalam penyusunan aturan oleh pemerintah pusat.



