BATAM (HK) - Guna menggenjot pertumbuhan kredit di sektor properti dan sektor potensial lainnya di Batam, Bank Jabar Banten (BJB) menggandeng empat pengembang besar di Batam dan asosiasi Kamar Dagang dan Industri serta DPD Real Estate Indonesia (REI) khusus Batam.
Tidak hanya menggandeng, BJB juga melakukan penandatanganan nota kesepahaman (Memmorandum of Understanding/MoU) dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepulauan Riau terkait penyediaan dan pemanfaatan jasa layanan Bank BJB, baik funding, lending, maupun banking services, baik untuk Kadin Kepri maupun anggota Kadin Kepri.
Bank BJB juga melakukan penandatanganan MoU dengan DPP REI, DPD REI Batam perihal pemanfaatan produk KPR dan mortgage Bank BJB oleh para developer. Pada kesempatan itu juga dilaksanakan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Bank BJB dengan empat pengembang besar di Batam, yakni Nusatama Properta Panbil (Panbil), Trias Jaya Propertindo (TJP), Adhya Mitra Bangun Sarana (AMBS), dan Megah Persada Semesta (MPS).
"Melalui penandatanganan PKS ini diharapkan Bank BJB dapat mengakselerasi peningkatan portofolio bisnis KPR-nya di wilayah Batam dan Kepulauan Riau," ujar Durektur Utama Bank BJB Bien Subiantoro saat menggelar konferensi pers sebelum menggelar Business Gathering dengan Kadin Kepri dan Kadin Jabar di I Hotel Nagoya-Batam, Selasa (22/1).
Dikatakan Bien, pelaksanaan business gathering tersebut merupakan inisiatif Kadin Jabar untuk membuka peluang bagi Bank BJB mengembangkan bisnis baru. Disebutkan, Bank BJB merupakan bank BUMD terbesar di Indonesia yang kini berada di urutan ke 12 dari seluruh bank, dan telah hadir di hampir sebagian kota di Indoensia.
Sejak kehadiran BJB di Batam pada 2010, kinerja kantor cabang dinilai sangat bagus. Kehadiran kredit KPR sejak akhir 2011 telah mendapat sambutan yang baik oleh masyarakat Batam. Selama 2012 membukukan kredit sektor properti sebesar Rp20 miliar. Dengan dilakukannya penandatanganan kerjasama tersebut, Dien berharap mampu mendongkrak baik dari segi jumlah maupun nilai kredit properti di Batam.
"Bank BJB telah meluncurkan produk bunga KPR 7,29 persen pada dua tahun pertama kredit. Bunga ini sangat bersaing dan berlaku untuk semua kredit properti, dengan nilai kredit mulai Rp20 juta, baik kredit properti baru maupun take over," papar Bien.
Senior Vice President Division Head of Mortgage & Hoasing Loan BJB Fermiyanti menambahkan, dengan bunga KPR yang relatif lebih rendah, BJB menargetkan pertumbuhan kredit dua kali lipat dibandingkan tahun 2012, bahkan tidak menutup kemungkinan target akan naik seiring meningkatnya permintaan.
"Dengan penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerjasama, banyak kemudahan yang didapatkan. Seperti kredit properti, KPR bisa dilakukan meskipun rumah belum selesai dibangun, sementara kemudahan bagi konsumen adalah bunga yang sangat bersaing," pungkas Fermiyanti.
Ketua Kadin Kepri, Johannes Kennedy Aritonang menyambut baik terobosan yang dilakukan Bank BJB. Sebagai kota Industri, sebut John, Batam memiliki potensi pasar yang sangat besar yang selama ini banyak dinikmati oleh bank asing. Ia berharap bank nasional mampu menangkap peluang-peluang yang ada tersebut dengan lebih competitive, baik dari segi bunga maupun variasi produk. (pti)
- Ikan Dingkis di Batam Rp200 Ribu/Kg
- Pembiayaan Emas iB Hasanah Sampai 5 Tahun
- BTN Kenalkan Dua Layanan Internet Banking
- Batam Fokus Ekspansi Bisnis BNI
- BMT Tawarkan Pinjaman Mudah
- Nilai Tukar Rupiah Terlalu Rendah
- 6 Sektor Andalan Pembiayaan Bank Bukopin Batam
- Bank Riau Kepri Syariah Tanjungpinang Pindah Kantor
- Hadiah Tabungan SiAga Bukopin
- Nasabah MNC Life Tembus 400 ribu
- Bursa Efek Indonesia Tertinggi ke-8 Dunia
- Peringatan Hari Ibu, Nasabah Wanita Dapat Merchandise dari BNI
- 7 Faedah Menabung di BRI Syariah
- BRI Salurkan Bantuan Senilai Rp60 Juta
- Kemudahaan Kredit UMKM di BPR Ukabima
- BPR Banda Raya Ekspansi ke Batuaji
- Regulasi Branchless Banking Bakal Diluncurkan



