Kepala Cabang Bank Bukopin Batam Iswantoyo menyebutkan, ke enam sektor yang dimaksud adalah akomodasi, perhotelan, pengembang/properti, kuliner, perdagangan dan transportasi laut.
Iswantoyo yang ditemui belum lama ini mengatakan MICE (meeting, incentive, conference, and exhibition) di Batam masih sangat bagus, karena itu bisnis yang dapat menunjang kegiatan tersebut, seperti kuliner, perdagangan dan hotel juga sangat menjanjikan.
Potensi tersebut menurut Iswantoyo yang menjadi target perbankan di Batam. Karenanya, tak heran kini semakin banyak bank-bank melirik Batam.
"Indikator perekonomian Batam masih bagus, investor berlomba-lomba masuk ke Batam, termasuk bertambahkan bank-bank umum," sebut Iswantoyo sembari mengatakan dalam waktu dekat akan ada bank baru beroperasi di Batam.
Dikatakan Iswantoyo, dalam hal ini, Bank Bukopin tetap memantapkan diri dari segi pembiayaan di sektor mikro, menengah ke bawah. Sektor ini dinilai paling tahan goncangan krisis seperti yang pernah terjadi di Indonesia pada 1998 silam.
Disebutkan, portofolio kredit Bank Bukopin selama 2012 mengalami pertumbuhan di atas 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini angka tersebut akan dipertahankan, bahkan ditingkatkan.
"Semua sektor menjadi andalan Bank Bukopin, tidak ada yang dijagokan, semua sama. Cuma, kalau dari segi besaran properti memang masih mendominasi, sementara kontraktor dan perdagangan volumenya kecil, dari segi jumlah sangat banyak. Intinya semua sama, dan seimbang," sebut Iswantoyo lagi.
Untuk mencapai target-target dan ketatnya kompetisi perbankan di Batam, Bank Bukopin tetap menjaga efisiensi dan efektifitas agar tetap survive, di samping menjaga hubungan dengan stakeholder. Pihaknya juga terus memantau dan mempelajari kelebihan dan kekurangan industri sejenis untuk menjadi bahan evaluasi ke depan.
"Intinya, bisnis perbankan harus inovatif, kreatif dan semakin meningkatkan efisiensi," sebut Iswantoyo.
Dari segi inovasi produk, di sektor mikro, Bank Bukopin memiliki program swamitra. Pada program ini, UKM (Usaha Kecil, Menengah) yang tidak bankable diarahkan untuk mengikuti program tersebut, sehingga menjadi bankable, dan bisa meminjam dana ke bank. (pti)
Share
Newer news items:
- Ikan Dingkis di Batam Rp200 Ribu/Kg
- Pembiayaan Emas iB Hasanah Sampai 5 Tahun
- BTN Kenalkan Dua Layanan Internet Banking
- Batam Fokus Ekspansi Bisnis BNI
- BMT Tawarkan Pinjaman Mudah
- Nilai Tukar Rupiah Terlalu Rendah
Older news items:
- BJB Genjot Kredit Properti
- Bank Riau Kepri Syariah Tanjungpinang Pindah Kantor
- Hadiah Tabungan SiAga Bukopin
- Nasabah MNC Life Tembus 400 ribu
- Bursa Efek Indonesia Tertinggi ke-8 Dunia
- Peringatan Hari Ibu, Nasabah Wanita Dapat Merchandise dari BNI
- 7 Faedah Menabung di BRI Syariah
- BRI Salurkan Bantuan Senilai Rp60 Juta
- Kemudahaan Kredit UMKM di BPR Ukabima
- BPR Banda Raya Ekspansi ke Batuaji



