Minggu02172013

Last update12:00:00 AM

Back Ekonomi Bisnis Pasar & Bank 6 Sektor Andalan Pembiayaan Bank Bukopin Batam

6 Sektor Andalan Pembiayaan Bank Bukopin Batam

BATAM (HK) - Bank Bukopin Cabang Batam memiliki enam sektor andalan dalam pembiayaan. Hal ini sejalan dengan geliat perekonomian di Batam yang juga mengandalkan sektor-sektor tersebut.

Kepala Cabang Bank Bukopin Batam Iswantoyo menyebutkan, ke enam sektor yang dimaksud adalah akomodasi, perhotelan, pengembang/properti, kuliner, perdagangan dan transportasi laut.

Iswantoyo yang ditemui belum lama ini mengatakan MICE (meeting, incentive, conference, and exhibition) di Batam masih sangat bagus, karena itu bisnis yang dapat menunjang kegiatan tersebut, seperti kuliner, perdagangan dan hotel juga sangat menjanjikan.

Potensi tersebut menurut Iswantoyo yang menjadi target perbankan di Batam. Karenanya, tak heran kini semakin banyak bank-bank melirik Batam.

"Indikator perekonomian Batam masih bagus, investor berlomba-lomba masuk ke Batam, termasuk bertambahkan bank-bank umum," sebut Iswantoyo sembari mengatakan dalam waktu dekat akan ada bank baru beroperasi di Batam.

Dikatakan Iswantoyo, dalam hal ini, Bank Bukopin tetap memantapkan diri dari segi pembiayaan di sektor mikro, menengah ke bawah. Sektor ini dinilai paling tahan goncangan krisis seperti yang pernah terjadi di Indonesia pada 1998 silam.

Disebutkan, portofolio kredit Bank Bukopin selama 2012 mengalami pertumbuhan di atas 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini angka tersebut akan dipertahankan, bahkan ditingkatkan.

"Semua sektor menjadi andalan Bank Bukopin, tidak ada yang dijagokan, semua sama. Cuma, kalau dari segi besaran properti memang masih mendominasi, sementara kontraktor dan perdagangan volumenya kecil, dari segi jumlah sangat banyak. Intinya semua sama, dan seimbang," sebut Iswantoyo lagi.

Untuk mencapai target-target dan ketatnya kompetisi perbankan di Batam, Bank Bukopin tetap menjaga efisiensi dan efektifitas agar tetap survive, di samping menjaga hubungan dengan stakeholder. Pihaknya juga terus memantau dan mempelajari kelebihan dan kekurangan industri sejenis untuk menjadi bahan evaluasi ke depan.

"Intinya, bisnis perbankan harus inovatif, kreatif dan semakin meningkatkan efisiensi," sebut Iswantoyo.

Dari segi inovasi produk, di sektor mikro, Bank Bukopin memiliki program swamitra. Pada program ini, UKM (Usaha Kecil, Menengah) yang tidak bankable diarahkan untuk mengikuti program tersebut, sehingga menjadi bankable, dan bisa meminjam dana ke bank. (pti)

Share

Jejak

Mesjid Haji Abdul Ghani (1)

Jumat, 28 December 2012
Mesjid Haji Abdul Ghani (1)

Inilah mesjid tertua di Kabupaten Karimun. Dibangun oleh Raja Abdul Ghani bin ...